Mudik Dilarang Buka Peluang Bisnis, Sandiaga Uno Beberkan 3 Strategi

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

JAKARTA, RADARSUKABUMI.com – Mudik Lebaran 2021 resmi dilarang pemerintah karena alasan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Sehingga, Masyarakat pun diimbau untuk tetap berada di wilayahnya masing-masing saat libur lebaran.

Melihat hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, ada peluang yang bisa diambil oleh para pelaku usaha ekonomi kreatif dengan adanya larangan mudik. Sandi ingin pelaku ekonomi kreatif bisa memanfaatkannya dengan menjual produk-produk kepada masyarakat sebagai pengganti fisik karena tak bisa hadir di momen lebaran 2021.

Bacaan Lainnya

“Mereka harus bisa untuk menangkap peluang, Karena seperti yang tadi disampaikan banyak sekali peluang yang muncul karena ditiadakannya mudik yaitu peluang wisata berbasis lokal,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (2/4).

Sandiaga Uno memaparkan peluang tersebut harus dimanfaatkan dengan cara promosi produk ekonomi kreatif lebih gencar lagi. Pihaknya, lanjut Sandi, siap untuk membantu para pelaku usaha ekonomi kreatif.

“Untuk produk-produk ekonomi kreatif bisa menggantikan kehadiran fisik, kita di kampung halaman dengan mengirimkan produk-produk ekonomi kreatif kepada sanak saudara, handai taulan di kampung halaman,” tuturnya.

Sandi membeberkan, ada tiga strategi yang selalu diutamakan, yaitu inovasi, adaptasi dan kolaborasi, yang diharapkan dapat diimplementasikan oleh para pelaku usaha ekonomi kreatif. Sandi mendorong produk-produk unggulan lebih ditonjolkan.

“Inovasi penting bahwa produk-produk wisata ini harus bisa bertransformasi karena sekarang lebih produk-produk wisata lokal yang diminati,” imbuhnya.

Selain itu, Sandi juga menyiapkan sebuah platform aplikasi pengiriman yang mudah murah untuk para pelaku usaha ekonomi kreatif. Hal ini sebagai bentuk Kemenparekraf dalam membantu para pelaku usaha ekonomi kreatif agar tetap bisa bertahan meski adanya kebijakan larangan mudik lebaran 2021.

“Produk-produk ekonomi kreatif yang bisa ditawarkan untuk mengganti kunjungan fisik bagi para masyarakat yang tidak bisa meninggalkan perkotaan untuk menuju ke kampung halamannya dengan perhatiannya melalui mengirimkan produk-produk kreatif dan kami menghadirkan suatu platform yang memberikan kemudahan dari segi promosi dan kemudahan ongkos kirim. Akan kami fasilitasi dan kami siapkan pelatihan pendampingannya,” tutupnya. (rom)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *