BERITA UTAMA

Novel Baswedan Bicara Soal Korupsi di Studium Generale Pascasarjana UMMI

×

Novel Baswedan Bicara Soal Korupsi di Studium Generale Pascasarjana UMMI

Sebarkan artikel ini
Novel Baswedan

Sementara itu, Mantan Penyidik KPP Novel Baswedan yang juga hadir menjadi pemateri terkait “Intregasi Kebijakan Publik untuk Mendukung Pencegahan Korupsi”, mengaku bangga dan senang berada di UMMI. Kampus terbaik yang ada di Sukabumi.

“Menurut saya tema untuk pembahasan ini sangat bagus ya, apalagi ini forum dilakukan di mahasiswa ilmu administrasi Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI),” tutur Novel.

Bank bjb Tandamata

Pihaknya ingin kegiatan ini bukan sekadar berdiskusi saja, akan tetapi diharapkan mahasiswa UMMI bisa mengimplementasikan yang dikehendaki oleh negara oleh pemerintah yaitu peran serta masyarakat.

“Karena dengan begitu kita berharap mahasiswa yang merupakan akademisi ini berfikir kritis dan peluang untuk bisa memberikan dukungan, dengan cara memberikan pengawasan dari pihak masyarakat itu menjadi penting. Bayangkan kalau kemudian ke depan mahasiswa UMMI mengambil riset terkait pencegahan korupsi atau
meneliti praktik-praktik korupsi yang terjadi di lingkungan kita, tentu akan sangat membantu pemerintah bisa memperbaiki diri,” ungkapnya.

Pria yang wajahnya pernah disiram air keras sehingga menyebabkan kebutaan salah satu penglihatannya itu menegaskan bahwa praktik korupsi menyulitkan semua pihak, mengganggu terjadinya kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

“Dan kalau kita bisa meningkatkan peran serta masyarakat paling tidak semua koruptor takut atau paling tidak orang takut berbuat korupsi, dengan begitu kita bisa mendapat kemajuan lebih
baik lagi,” paparnya.

Dalam materinya Novel Baswedan juga menyampaikan bahwa saat ini Indeks Persepsi Korupsi di Indonesia berada di level 34. Hal ini berdampak dari lemahnya KPK dalam penanganan kasus korupsi di Indonesia.

” Indeks Persepsi Korupsi kita di tahun 2014 itu 34, 34 itu rendah tapi kemudian meningkat terus secara berjenjang hingga 2019 itu sampai dinilai angka 40 dan kemudian setelah itu tenyata dengan lemahnya KPK itu berdampak dengan turunnya Indeks Persepsi Korupsi sampai di level 34 hari ini, dan 34 itu dibawahnya Timor Leste, coba bayangkan Timor Leste negara baru yang dulu menginduk prefensi Indonesia, Indeks
Persepsi Korupsi bisa lebih baik dari pada Indonesia dan ini menjadi tantangan untuk pemerintah Indonesia saat ini,” tegasnya.

Untuk itu ia pun berharap, dengan menyadari dan memahami permasalahan Indeks persepsi Korupsi saat ini maka semua pihak harus betul-betul mau fokus dan melihat masalah korupsi ini sebagai isu strategis.

“Dengan begitu jika semua orang mau peduli dan kemudian pemerintah mau meletakan itu sebagai kebijakan strategis, kita bisa perbaiki sistem pemerintahan dengan adanya pencegahan korupsi,” terangnya.

Novel menilai, pemerintahan sekarang Presiden Joko Widodo mau meletakan isu anti korupsi sebagai isu strategis untuk kebijakan perbaikan dengan harapan Indonesia menjadi lebih baik. (wdy)