Banjir Bandang Terjang Gunung Mas Puncak, Ini Kronologinya

  • Whatsapp
Evakuasi di lokasi longsor Gunung Mas, kawasan puncak, Bogor

BOGOR, RADARSUKABUMI.com – Hujan sejak Senin (18/1) malam hingga Selasa pagi, diduga jadi pemicu utama banjir bandang Gunung Mas di Kampung Rawa Dulang RT02/03, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Selasa (19/1).

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Budi Pranowo menjelaskan, pada Selasa sekitar pukul 04.00 WIB, luapan air Kali Cisampay mulai memasuki kawasan Agro Wisata Gunung Mas.

“Air mulai naik jam 4 pagi tadi. Kan hujan dari Senin malam itu di kawasan Puncak. Masyarakat juga langsung berlarian mencari tempat aman,” kata Budi.

Sampai saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan kerugian material akibat banjar bandang ini.

“Belum diketahu kerugian materialnya,” kata dia kepada PojokBogor.com (Radarsukabumi.com grup).

Sementara warga dievakuasi ke masjid dan tempat yang lebih aman.

“Tim BPBD terdiri dari tim evakuasi dan perlengkapan, tim tenda shelter logistik, serta tim P3K dengan ambulans untuk jemput apabila ada pengungsi,” kata Budi.

Sebelumnya, Bupati Bogor Ade Yasin memastikan tidak ada korban jiwa akibat banjir bandang di kawasan Gunung Mas itu.

Menurutnya, ada 134 KK dengan 474 jiwa harus mengungsi ke masjid maupun tempat-tempat yang dianggap aman

Pasalnya, dikhawatirkan banjir bandang susulan bisa terjadi kembali.

“Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa,” ujar Ade Yasin, Selasa (19/1/2021).

Sampai saat ini, pihaknya masih terus melakukan update laporan.

“Baik terkait penyebab banjir bandang maupun kemungkinan adanya korban,” jelasnya.

“Terpenting (warga) dievakuasi dulu,” sambungnya.

Ade pun telah memerintahkan assesment lebih rinci terhadap banjir bandang ini.

Termasuk soal kerugian maupun ada atau tidaknya fasilitas umum yang ikut tergerus material luapan Kali Cisampay anak Sungai Ciliwung.

Pihaknya juga segera mendirikan posko bencana alam untuk menyiapkan kebutuhan warga yang harus mengungsi akibat peristiwa ini.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak datang ke lokasi wisata,” katanya.

“Terlebih saat ini curah hujan di Bogor sedang tinggi-tingginya dan dikhawatirkan pada memburuknya ketahanan tanah,” tandas Ade Yasin.

(cek/pojoksatu)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *