Kantor Imigrasi Sukabumi Terapkan Protokol Kesehatan Secara Maksimal

  • Whatsapp
Petugas Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi, saat mewawancarai pemohon untuk membuat paspor.

SUKABUMI — Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi menerapkan protokoler kesehatan secara maksimal pada masa new normal, Senin (15/6).

Hal ini, dilakukan sesuai dengan Surat Edaran (SE) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Direktorat Jendral Imigrasi Tentang Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Keimigrasian Dalam Masa Tatanan Normal Baru.

Bacaan Lainnya

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi, Nurudin mengatakan, pada masa new normal, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi telah membuka pelayanan.

Seperti, penerbitan paspor, ahil status keimigrasian, Pemberian Izin Tinggal Terbatas baru (ITAS), Pemberian Surat Keterangan Keimigrasian (SKIM) dan pendaftaran pewarganegaraan ganda terbatas.

“Pada masa new normal ini, kami melakukan pembatasan jumlah kuota antrian yang dibuka maksimal 50 persen dari kuota yang dibuka pada kantor imigrasi dalam keadaan normal. Iya, kuotanya sekarang 30 pemohon seharinya,” kata Nurdin kepada Radar Sukabumi, (15/6).

Dalam mendukung keberlangsungan pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia khususnya di bidang Keimigrasian agar dapat beradaptasi dengan tatanan normal baru yang tetap produktif dan mencegah penyebaran Covid-19 perlu dilakukan penyesuaian terhadap sistem kerja pada satuan kerja Keimigrasian. Untuk itu, seluruh petugas Imigrasi telah menggunakan APD. Seperti sarung tangan, masker dan lainnya.

Seorang warga saat dicek suhu tubuhnya saat hendak memasuki gerbang pertama Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi

“Untuk keamanan dan keselamatan pemohon, maka mereka mulai dari depan akan dilakukan cek suhu badannya. Bila mereka tidak menggunakan masker, maka akan diberikan masker secara gratis,” imbuhnya.

Selain itu, saat mereka memasuki kantor Imigrasi, di setiap area sudah dipasangi pyscal distancing. Seperti di tempat duduknya.

Setelah memasuki ruang permohonan, Kantor Imigrasi juga menyediakan area cuci tangan dan hand sanitizer.

“Ada lima titik tempat cuci tangan yang kami sediakan di lokasi keluar masuk kantor Imigrasi untuk pemohon. Selain itu, di setiap area wawancara dan kustomer service disediakan hand sanitizer,” bebernya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi, Nurudin saat diwawancarai Radar Sukabumi soal penerapan protokoler kesehatan di masa new normal

Pada saat wawancara, Kantor Imigrasi juga menekankan agar memastikan supaya si pemohon paspor atau pemohon izin tinggal sebelum melakukan sidik jari, diwajibkan menggunakan hand sanitizer terlebih dahulu.

“Karena itu adalah satu tempat yang digunakan oleh puluhan orang. Bahkan, sebelum meletakan tangan di tempat sidik jari, maka mereka harus membersihkan tangannya menggunakan tisu dan hand sanitizer,” timpalnya.

Untuk menghindari kontak langsung, pihaknya juga membuatkan batas dengan menggunakan mika, mulai dari ruang kedinasan, ruang pelayanan dan ruang lainnya.

Sementara, untuk mengurangi penumpukan jumlah orang, maka sesuai dengan intruksi dari pimpinannya, ia meminta kepada semua pemohon paspor untuk tidak datang ke kantor Imigrasi, ketika hendak mengambil paspornya. “Jadi kami arahkan untuk mengambil paspor melalui jasa layanan pos,” jelasnya.

Sementara dalam rangka edukasi, Kantor Imigrasi juga memberikan himbauan kepada masyarakat tentang pentingnya menerapkan protokoler kesehatan. Salah satunya Kantor Imigrasi telah membuat visualisasi tentang standar layanan keimigrasian yang disesuaikan dengan protokoler kesehatan.

“Iya, kita mengumandangkan himbauan melalui speaker setiap setengah jam sekali di area kantor Imigrasi,” paparnya.

Bukan hanya itu, untuk memutus penyebaran maya rantai virus corona, pihaknya juga telah melakukan sterilisasi di area Kantor Imigrasi dengan menyemprotkan cairan dinsifektan sebanyak tiga kali sehari.

“Jadi dalam satu hari itu, kami menyemprotkan cairan dinsifektan mulai saat hendak masuk kerja, jam istirahat dan terakhir saat pulang kerja.

Hal ini, kami lakukan selain untuk memutus penyebaran virus corona juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh warga yang hendak mengurus administrasi keimigrasian,” pungkasnya. (den/adv)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *