SUKABUMI – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk merefleksikan kembali hubungan manusia dengan alam. Di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi melalui Kepala Dinas Nunung Nurhayati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak hanya peduli, tetapi juga mengambil tindakan nyata demi menjaga kelestarian lingkungan.
“Dengan tema global Inspired by Nature. For Climate. For Our Future dan kampanye #NowForClimate, peringatan tahun ini menjadi pengingat bahwa masa depan bumi bergantung pada langkah yang dilakukan hari ini,” ungkap Nunung dalam keterangan yang diterima Radar Sukabumi, Selasa (9/6/2026).
Nunung menegaskan, Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan titik penguatan komitmen bersama dalam menjaga kelangsungan hidup lingkungan. “Perubahan iklim merupakan tantangan global yang membutuhkan keterlibatan semua pihak,” jelasnya.
Ia mengajak masyarakat untuk memulai dari langkah sederhana, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mengelola sampah dengan baik, melakukan penghijauan, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Menurutnya, dampak perubahan iklim sudah mulai dirasakan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Sukabumi, melalui cuaca ekstrem, perubahan pola musim, hingga meningkatnya risiko bencana lingkungan. “Upaya pelestarian alam tidak bisa lagi ditunda,” tegasnya.
Nunung menambahkan, keberhasilan menjaga kualitas lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran aktif masyarakat, dunia usaha, komunitas lingkungan, lembaga pendidikan, hingga generasi muda sangat menentukan keberhasilan pelestarian alam. “Lingkungan yang sehat adalah investasi bagi masa depan. Karena itu, semua pihak harus terlibat dan menjadi bagian dari solusi,” katanya.





