Penyakit ISPA Serang 79.421 Warga

SUKABUMI — Sepanjang tahun 2019, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, mencatat 79.421 kasus pneumonia yang menyerang masyarakat Kabupaten Sukabumi. Penyakit yang disebut juga sebagai Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mengalami peningkatan dari tahun sebelumnnya yang hanya tercatat 79.400.

Kabid Pengendalian Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Sukabumi, Damayanti Pramasari melalui Pengelola Program Penanganan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), Toto Joko Marsanto mengatakan, jumlah balita yang terkena pneumonia saat ini sedikit mengalami peningkatan.

Bacaan Lainnya

“Kalau dilihat dari data yang ada, setiap tahunnya mengalami peningkatan misanya, pada 2017 terdapat 75.505 kasus, 2018 sebanyak 79.400 kasus dan 2019 sebanyak 79.421 kasus. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa akibat ISPA ini,” kata Toto kepada Radar Sukabumi, Minggu (19/1).

Toto menjelaskan, pneumonia merupakan bagian dari penyakit ISPA terutama yang memengaruhi paru-paru. Kasus pneumonia di Kabupaten Sukabumi jumlahnya dinilai tidak tinggi dan masih di bawah target penemuan kasus oleh WHO.

“Masyarakat idealnya mengetahui gejala awal pneumonia. Seperti, ketika anak mengalami batuk dan flu yang disertai demam, maka disarankan untuk melakukan deteksi dini dengan cara hitung nafas. Untuk balita berusia kurang dari dua bulan batas nafas cepat adalah lebih dari 60 kali permenit,” jelasnya.

Menurutnya, apabila nafasnya mencapai batas, sambung dia, maka nafasnya sudah termasuk nafas cepat dan segera dibawa ke petugas kesehatan. Untuk balita berumur dua hingga 12 bulan adalah lebih dari 50 kali permenit.

Sedangkan balita umur 12 hingga 59 bulan batasan nafasnya adalah lebih dari 40 kali permenit.

“Sementara, untuk mencegah penyebaran pneumonia atau ISPA, salah satunya dengan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Misalnya menjaga kesehatan dengan makan yang bergizi, cuci tangan dengan sabun dan tidak merokok,” ucapnya.

Toto berharap, dengan berbagai upaya yang dilakukan Dinkes Kabupaten Sukabumi saat ini dapat menekan angka kasus pneumonia. “Kami berupaya mensosialisasikan agar masyarakat dapat menjaga PHBS untuk mengantisipasi penyakit tersebut. Mudah-mudahan ke depan bisa semakin menurun lagi,” pungkasnya. (bam/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *