BERITA UTAMAPilkada Kabupaten Sukabumi

MH-AS Perang di Medsos

SUKABUMI – Suhu politik menjelang Pilkada Kabupaten Sukabumi dirasakan semakin memanas Selain di dunia nyata, dunia maya pun menjadi lahan ‘empuk’ bagi para pendukung untuk mempromosikan jagoannya.

Bahkan tak tanggung-tanggung, dunia maya pun menjadi ajanang ‘menyerang’ yang dianggap lawannya.

Terbaru, berdasarkan penelusuran Radar Sukabumi, yang menjadi buah bibir para netizen saat ini adalah cuitan status akun facebook Arjuna Petiga.

Loading...

Akun facebook yang ditenggarai milik salah satu anggota DPRD Kabupaten Sukabumi ini menjadi sorotan para netizen, khususnya pendukung Bupati Sukabumi, Marwan Hamami Para pendukung Marwan Hamami mengaku geram dengan cuitan akun facebook tersebut.

Pasalnya, dalam statusnya Arjuna Petiga itu membubuhkan dua gambar yang berbeda dengan caption ‘Antara MH dan AS’.

Kedua gambar itu adalah gambar mirip Kartu AS dan gambar botol mirip minuman keras merk Mansion House.

“Selaku pendukung eMHa, jujur kami merasa tersinggung dengan status oknum anggota dewan ini. Masa menggambarkan dua sosok pemimpin dengan Kartu AS dan botol minuman keras.

Ini sangat tidak etis,” ujar Dewan Pendiri Diaga, Edi Rizal Agusti saat menghubungi Radar Sukabumi, kemarin (13/1).

ERA, panggilan akrab Edi Rizal Agusti menilai, seharusnya prilaku dan cara bicara anggota dewan harus dijaga.

Ini mengingat, anggota DPRD merupakan representatif masyarakat yang telah memberikan amanah kepadanya untuk duduk sebagai wakil rakyat di lembaga legislatif.

“Kami tidak terima dengan cuitannya. Apalagi dengan adanya gambar botol Miras,” imbuhnya.

Merasa tidak terima dengan cuitan tersebut, ERA pun meminta supaya akun facebook yang bersangkutan memberikan klarifikasi atas status yang telah dibuatnya itu. Pasalnya, akibat postingan tersebut, situasi politik di Kabupaten Sukabumi menjadi gaduh dan dikhawatirkan terganggu.

“Kami tidak akan tinggal diam. Upaya hukum akan kami lakukan bila dalam 1×24 jam yang bersangkutan tidak memberikan klarifikasi. Harus diingat, akibat status oknum dewan ini suhu politik di Kabupaten Sukabumi rawan terganggu kondusifitasnya,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Andri Hidayana membenarkan akun Facebook Arjuna Petiga adalah akun pribadinya. Pria yang saat ini menjabat sebagai anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi pun membenarkan bahwa status facebook yang sedang jadi buah bibir itu ia sendiri yang membuatnya.

“Betul itu akun facebook saya dan status itu pun saya yang buat. Tapi status itu sebetulnya tidak ada kaitan dengan nama ataupun Pilkada,” aku Andri kepada Radar Sukabumi.

Dengan adanya pihak yang merasa tidak terima bahkan tersinggung, Andri menjelaskan, statusnya itu dibuat tanpa ada niat menjelek-jelekan ataupun memojokan seseorang. Ia menyebutkan, statusnya itu sebagai ungkapan seorang muslim yang merasa peduli terhadap maraknya peredaran Miras.

“Status itu sebetulnya ungkapan saya selaku muslim, yang mempunyai kepedulian
terhadap maraknya peredaran miras. Terlebih saya sedang reses di dapil dan ada ormas yang menanyakan tentang Perda miras. Judi dan Miras kan jelas haram. Jadi status itu bukan kepada seseorang ataupun berkaitan dengan Pilkada,” jelasnya.
Politisi partai berlambang Ka’bah itu mengaku siap memberikan klarifikasi kepada pihak yang merasa tersinggung atas statusnya itu. Bahkan bila statusnya tersebut terdapat unsur pelanggaran, Andri mengaku siap mempertanggungjawabkannya.

“Apa yang saya tulis menjadi bagian hal yang saya pertanggungjawabkan kalau emang ada pelanggaran. Tapi saya rasa gak ada di benak saya untuk mendeskriditkan, kecuali ada pihak yang mungkin memancing di air keruh, memanfaatkan situasi,” pungkasnya. (ren)

Loading...
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Back to top button