BERITA UTAMAKOTA SUKABUMI

Punya Tunggakan Sekolah, KK Terancam Tidak Ikut UN SMA

KOTA SUKABUMI –  Nasib prihatin dialami oleh pelajar berinisial KK asal warga Kelurahan Cipanengah, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Ia tidak bisa menerima Ijazah dari salah satu SMP swasta yang berada di Jalan RE Martadinata Kota Sukabumi.

Diduga, penahanan Ijazah tersebut lantaran KK masih memiliki tunggakan biaya pendidikan, sejak KK masih berada di sekolah tersebut. Akibatnya, KK yang sudah menginjak kelas XII di SMA Mardi Yuana kesulitan untuk mengikuti Ujian Nasional tingkat SMA, lantaran syarat utamanya harus menyertakan Ijazah SMP.

Sebelumnya, KK masuk ke SMA Mardi Yuana hanya mengandalkan surat kelulusan dan surat pernyataan masuk sekolah selanjutnya.

Loading...

“Begini, anak saya itu kan sekarang sekolah di MY kelas XII mau ikutan ujian nasional dan persyaratannya itu harus ada Ijazah SMP.

Sementara ijazah SMP anak saya masih ditahan karena belum membayar tunggakan SPP dulu,” beber orang tua KK, Ifran sambil mencucurkan air mata.

Irfan mengaku, alasan tidak mampu membayar tunggakan biaya sekolah tersebut, lantaran kondisi perekonomiannya sedang terpuruk.

Bahkan Irfan sudah mengantongi surat dari Dinas Sosial yang menyatakan bahwa dirinya masuk kategori orang yang tidak mampu. “Tunggakan saya sekitar 2 juta rupiah, saya betul-betul tidak punya uang. Saya sudah beritikad baik datang kesekolah baik-baik tapi tetap kepala sekolah tidak memberikan kebijaksanaan.

Padahal kalaupun tidak ada Ijazahnya, saya hanya minta nomor registernya saja, tetap tidak diberikan oleh sekolah,” bebernya.

Padahal ijazah SMP atau nomor register Ijazah anaknya itu sangat dibutuhkan sekali. Mengingat pihak sekolah (Mardi Yuana,red) sudah mewanti-wanti agar bisa secepatnya diserahkan ke sekolah agar anaknya bisa mengikuti UN.

“Saya bingung harus seperti apa, saya sudah mencoba datang ke sekolah dengan baik -baik tapi itikad saya tidak digubris malah pihak sekolah memancing emosi saya. Katanya, saya tidak akan keluarkan sebelum membayar semua tunggakan anak bapak,” keluhnya.

Pria yang berprofesi sebagai kuli itu berharap, Pemerintah Daerah ataupun DPRD Kota Sukabumi untuk bisa membantunya. ” Saya akan berjuang untuk anak saya agar bisa melanjutkan sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi mengaku akan membantu proses pengambilan ijazah tersebut. Pihaknya akan mengintruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi untuk memberikan solusi kepada warganya. ” Saya sekarang sedang dinas luar, Insya allah saya akan bantu proses,” tegasnya.

Ditempat yang terpisah Ketua Komisi III DPRD Gagan Rachman setelah mendengar informasi ini langsung bergerak melihat kondisi keluarga Irfan di kediammanya di Jalan Merdeka, Kelurahan Cipanengah, Kecamatan Lembursitu.

Gagan pun mendengarkan apa yang menjadi keluhan dan persoalan Irfan. ” Saya sudah datangin keluarga pak Irfan dan saya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Insyallah besok saya akan antar bersangkutan untuk menemuai kepala sekolah untuk mengambil Ijazahnya,” ungkapnya.

Urusan pendidikan kata Gagan merupakan kewajiban yang harus dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Sudah tidak ada alasan lagi mempersulit pelayanan pendidikan karena masalah biaya.

” Kita akan bantu mereka, biar anaknya pun bisa mengikuti Ujian nasional.” pungkasnya. Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi ketika di konfirmasi oleh Radar Sukabumi belum memberikan jawaban. (bal)

Loading...
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Back to top button