KOTA SUKABUMI

Polres Sukabumi Kota Cetak Rekor Muri

KOTA SUKABUMI – Polres Sukabumi Kota mencatatkan sejarah baru di dunia dalam acara festival Sukabumi Edan Euy yang digelar di kawasan Tugu Adipura, Kota Sukabumi. Untuk pertama kalintya didunia, sekitar 1.500 pasangan anak dan ibu membasuh kaki ibu hingga mencetak rekor Muri dengan jumlah peserta terbanyak.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Wisnu Prabowo mengungkapkan, membasuh kaki ibu merupakan rangkaian kegiatan dalam estival Sukabumi Edan Euy.

Terdapat, 1500 pasangan anak dan ibu atau 3000 peserta yang mengikuti acara membasuh kaki ibu tersebut.

Loading...

“Membasuh kaki ibu secara masal ini rangkaian kegiatan festival Sukabumi Edun Euy, acara ini memunculkan tradisi kasih sayang seorang anak kepada ibunya dengan cara membasuh kaki,” terang Wisnu, Sabtu (30/11).

Acara membasuh kaki ibu tersebut, lanjut Wisnu, rupanya mencatatkan sejarah baru dengan jumlah peserta paling banyak dan dinobatkan sebagai rekor Muri.

Wisnu berkomitmen akan mempertahankan rekor tersebut. Caranya, ke depan akan terus digiatkan kolaborasi dan komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat lain seperti ormas, mahasiswa, dan pemerintahan.

“Alhamdulillah, pemecahan rekor ini diadakan untuk kembali menumbuhkan rasa cinta, rasa sayang dan rasa hormat seorang anak kepada orang tuanya. Kota Sukabumi merupakan kota santri, kota yang religius, untuk mewujudkan itu dimulai dari lingkungan keluarga,terangnya.

Orang nomor satu di Polres Sukabumi Kota pun menyampaikan bahwa kegiatan itu diikuti sejumlah kalangan, tidak hanya pelajar SD, SMP dan SMA tapi juga masyarakat umum.

Inti dari kegiatan itu adalah memunculkan tradisi kasih sayang seorang anak kepada ibunya dengan cara membasuh kaki.

“Kita bekerja sama dengan berbagai elemen, ormas, mahasiswa, pemerintah. Ada Salat Magrib berjemaah, lalu tausiyah, lanjut lagi kegiatan Salat Isya berjemaah. Kegiatan-kegiatan religius ini akan kita gelar berbarengan dengan mempromosikan kuliner dan wisata yang ada di Kota Sukabumi,” tambahnya.

Sementara itu, Perwakilan Yayasan Muri, Triyono Aditri, mengatakan kegiatan tersebut dikategorikan superlative atau terbanyak dari jumlah peserta.

“Kami menganugerahinya sebagai rekor dunia karena kegiatan membasuh kaki ibu ini merupakan budaya,” tandasnya. (upi/d)

Loading...
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button