BERITA UTAMAKOTA SUKABUMI

Kota Sukabumi Dikepung Bencana

BPBD Kaji Status Siaga Darurat Banjir Longsor

CIKOLE – Hujan deras yang disertai angin kencang terjadi dalam sepakan terakhir rupanya cukup meluluhlantahkan Kota Sukabumi, berbagai bencana terjadi di setiap wilayah. Mulai dari banjir, longsor, hingga rumah yang tersambar petir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mulai menkaji untuk penetapan status siaga darurat bencana banjir dan longsor di Kota Sukabumi.

Data yang dihimpun Radar Sukabumi, tercatat sejak Jumat (6/12) tujuh rumah warga di genangi luapan air sungai di daerah Limusnunggal, RT 02/08 dan di Kelurahan Sukakarya RT 02/04, Jalan Cemerlang, Kecamatan Warudoyong.

Loading...

Serta dua titik longsor yang terjadi di Kampung Pangkalan RT04 Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh dan longsor yang menutup aliran sungai di RW 10, Kelurahan Benteng, selanjutnya bajir lumpur di Jalan Lio Santa dan banjir genangan di beberapa ruas jalan.

Kepada Radar Sukabumi, Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain mengungkapkan, curah hujan yang cukup tinggi disertai angin kencang dan petir cukup berdampak besar. Bencana yang terjadi di Kota Sukabumi, sebut Zul, mulai dari banjir yang menggenangi rumah warga, banjir genangan serta banjir lumpur.

Selain itu, juga terjadi longsor dibeberapa titik. “Sejak Jumat lalu, ada tujuh rumah warga yang tergenangi banjir yang membuat peralatan rumahnya rusak, longsor yang merusak rumah warga dan longsor yang menutupi aliran sungai sehingga airnya meluap, terus banjir laongsor di Jalan Lio Santa. Tapi, secara keseluruhan sudah mendapatkan penanganan awal,” jelas Zul kepada Radar Sukabumi, kemarin (8/12).

Adapun banjir yang masuk kerumah warga, sebut Zul, terjadi di aerah Limusnunggal, RT 02/08 dan di Kelurahan Sukakarya RT 02/04, Jalan Cemerlang, Kecamatan Warudoyong. Tercatat, 7 Kepala kelurga dengan 18 jiwa terdampak, termasuk peralatan rumah tangga rusak karena tergenangi air.

“Ada tujuh rumah yang terdampak banjir, air saat itu sekitar 45 centi meter. Air berasal dari aliran sungai yang meluap, sementara karena air sudah mulai surut parea penghuni rumah masih menempati kedianmannya,” sebut Zul.

Sedangkan untuk bencana longsor, lanjut Zul, terjadi di Kampung Pangkalan Rt.04 Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh dan longsor yang menutup aliran sungai di RW 10, Kelurahan Benteng serta di Kampung Babakan Bandung RT02/03 Kelurahan Nanggeleng Kecamatan Citamiang.

“Dua rumah terdampak longor, air masuk kedalam rumah dan longsor di Benteng mengakibatkan aliran sungai tersendat sehingga meluap. Kami (BPBD,red) sudah melakukan penanganan awal di daerah tersebut,” sebutnya.

Dari berbagai rentetan bencana tersebut, tidak ada korban jiwa maupun luka. Hanya saja kerugian materil cukup besar dan beberapa aktivitas warga terganggu. BPBD menghimbau, warga agar tetap waspada dan siapsiaga karena intensitas hujan tinggi yang disertai angin masih terjadi.

“Sampai saat ini, belum ada korban jiwa maupun luka yang terlapor akibat bencana, termsuk kerugian materil masih dalam tahap penghitungan tim di lapangan,” ujarnya.

Selain itu, BPBD Kota Sukabumi saat ini tengah mengkaji pentetapan status siaga darurat bencana banjir dan longsor di Kota Sukabumi. Bahkan sebelumnya telah di bahas bersama pimpinan daerah dan BMKG dalam kegiatan rapat koordinasi kebencaan. “Ya tentunya kita rencanakan untuk pentetapan status siaga darurat bencana banjir dan longsor,” singkatnya. (upi/e)

Loading...
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button