EKONOMI

Danone Luncurkan Program Bidik Nutrisi Cegah Stunting

RADARSUKABUMI.com – Dalam upaya memperluas pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk mencegah terjadinya stunting, Danone Indonesia menyelenggarakan program Bidik Nutrisi. Di tahun pertama ini, Bidik Nutrisi diawali dengan kegiatan Workshop Fotografi dengan tema Lensa Bercerita Raih Masa Depan Tanpa Stunting, bagi pewarta foto di Jawa Barat dan Jawa Timur.

Dalam acara ini juga dihadiri langsung oleh Corporate Comunication Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin dan Corporate Communications Manager Danone Indonesia, Michael Leimena

Corporate Comunication Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin mengatakan untuk dapat berkontribusi positif pada kesehatan ibu dan anak adalah tujuan dari bisnis kami.

Loading...

Danone ingin terus dapat membawa kesehatan melalui makanan dan minuman ke sebanyak mungkin masyarakat di dunia, termasuk di Indonesia. Untuk mewujudkan misi tersebut pihaknya rutin mengadakan beragam penelitian ilmiah, inovasi produk, program berkelanjutan, hingga kegiatan edukasi ke berbagai pihak.

” Hari ini, kami memulai kegiatan Workshop dan Kompetisi Foto ‘Bidik Nutrisi’ guna meningkatkan pengetahuan pewarta foto baik tentang kondisi stunting itu sendiri maupun tentang teknis fotografi dan storytelling terkait human interest agar memperkuat penyampaian informasi para pewarta foto tentang isu ini ke masyarakat,” bebernya dalam rilis seusai acara kegiatan Workshop Fotografi “Lensa Bercerita: Raih Masa Depan Tanpa Stunting” bagi pewarta foto di Jawa Barat di Bogor Senin (9/12).

Dijelaskannya, Bidik Nutrisi merupakan sarana edukasi kepada pewarta foto yang berfokus kepada penguatan kapasitas jurnalis foto terutama terkait isu nutrisi seperti pencegahan stunting. Pada awal pelaksanaannya, Bidik Nutrisi akan diselenggarakan di Jawa Barat dan Jawa Timur sepanjang Desember 2019 hingga Januari 2020 bagi para pewarta foto dan pewarta foto lepas.

” Kegiatan ini akan ditutup dengan kompetisi foto yang terbagi atas kategori jurnalistik dan sosial media,” katanya.

Danone Indonesia secara aktif mengadakan berbagai acara edukasi bagi bloggers, vloggers, jurnalis, hingga fotojurnalis, yang dapat memperluas informasi ke masyarakat maupun pemangku kepentingan.

” Kami berharap dalam tahun pertamanya, Bidik Nutrisi dapat berkontribusi pada peningkatan kesadaran masyarakat mengenai tindakan pencegahan stunting.” tutup Arif.

Sementara itu,Praktisi Kesehatan dan Gizi Dr. Akim Dharmawan mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban ganda permasalahan gizi yaitu undernutrition dan overweight, dimana data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi stunting Indonesia mencapai 30,8%. Di Bogor sendiri, 1 dari 3 anak baduta dan balita mengalami stunting, 12,6% balita di Kabupaten Bogor menderita gizi buruk dan kurang, serta 5,8% balita di Kabupaten Bogor kurus.

” Penurunan stunting memerlukan implementasi intervensi lintas sektor, yaitu intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif secara terintegrasi di tingkat pusat dan daerah,” katanya.

Dalam upaya pencegahan stunting, dibutuhkan perubahan perilaku berkelanjutan terkait intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif mulai dari individu, kelompok, hingga masyarakat luas. Salah satunya adalah dengan meningkatkan kesadaran berbagai lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan mengenai hal-hal yang dapat berpengaruh pada kondisi stunting.

” Mulai dari pentingnya nutrisi pada periode emas 1000 Hari Pertama Kehidupan (termasuk masa kehamilan), pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat, kondisi ketersediaan pangan sehat di sekolah, pangan yang disajikan di rumah setiap hari, dan berbagai kesempatan lainnya. Intervensi gizi spesifik meliputi asupan gizi, tata laksana, pemeriksaan rutin, dan lainnya.

Sedangkan intervensi gizi sensitif terdiri dari penyediaan air bersih dan sanitasi, lingkungan, pendidikan, dan lainnya,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Bidik Nutrisi juga mendatangkan jurnalis foto senior yang melengkapi pembekalan peserta terkait pencegahan stunting bagi masyarakat melalui foto tunggal bertema human interest. Arbain Rambey, Jurnalis Foto Senior mengungkapkan, Dalam keseharian seorang pewarta foto, dibutuhkan tidak hanya skill sebagai seorang fotografer, tetapi juga kemampuan untuk mengambil momen yang bisa bercerita.

” Foto yang baik harus bagus (sesuai dengan tema), indah (memiliki komposisi yang baik), dan menarik (mampu bercerita). Beberapa tips dalam memotret human interest photo adalah harus memahami pokok-pokok masalahnya, lalu memikirkan kemungkinan-kemungkinan bahasa visualnya,” katanya. (bal/*).

Loading...
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button