BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Banjir Bugeul Cikaso Rendam Rumah Warga

TEGALBULEUD – Fenomena alam banjir bugeul di muara sungai Cikaso Desa/Kecamatan Tegalbuleud, semakin meluas. Saat ini, sedikitnya tujuh rumah warga di wilayah tersebut terendam banjir bugeul.

Sekretaris Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Lokal 08 Sukabumi Selatan, Erwin mengatakan, fenomena alam ini, terjadi karena tertutupnya muara sungai Cikaso oleh pasir laut yang terbawa angin. Sehingga, air dari sungai tidak bisa mengalir ke laut dan akhirnya meluap serta merendam rumah warga.

“Kejadian ini, sering terjadi pada saat puncak kemarau panjang dan akan kembali surut saat musim hujan. Namun anehnya, saat ini ketinggian air bukannya surut, malah semakin meluas. Iya, kemarin saja ketinggian air bisa sampai lima meter,” jelas Erwin kepada Radar Sukabumi melalui telepon selulernya,  (8/120.

Loading...

Untuk menjaga dari hal-hal yang tidak dininginkan, sambung Erwin, akhirnya puluhan warga Kecamatan Tegalbulued berinisiatif menggelar gotong royong membuat saluran air yang tertutup oleh tumpukan pasir, mulai dari hulu sungai Cikaso sampai pantai Tegalbuleud.

“Kami membuat lorong untuk dijadikan saluran air Cikaso menuju pantai dengan lebar sekitar 100 meter. Alhamdulillah, sekarang kondisi air sudah kembali surut. Iya, kalau misal sungai Cikaso ini tidak dikeruk pasirnya, tentu kondisi air akan meluap,” paparnya.

Sementara itu, Camat Tegalbuleud, Antono mengatakan, fenomena banjir bugeul ini, meski tidak memakan korban jiwa, namun pihaknya menghimbau kepada seluruh warga agar meningkatkan kewaspadaannya terhadap potensi bencana alam akibat musim hujan.

“Iya, biasanya banjir bugeul itu, kondisi airnya akan surut setiap memasuki musim hujan. Namun, untuk tahun ini anehnya air telah meluap hingga meredam beberapa warung dan rumah warga,” katanya.

Saat ini, petugas gabungan terdiri dari Muspika Kecamatan Tegalbuleud, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan relawan kemanusiaan lainnya, terus memantau dan siaga di lokasi banjir tersebut.

“Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai Cikaso, belum kami evakuasi, karena kondisi air sudah kembali surut, setelah saluran air yang tersendat pasir itu, dikeruk oleh warga. Iya, meski demikan kami tetap siaga untuk menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (den/d)

Loading...
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button