KOTA SUKABUMI

Moci Siap Cerdaskan Masyarakat Kota Sukabumi

CIKOLE – Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kota Sukabumi memperkenalkan Mobil Cerdas Demokrasi (Moci) kepada masyarakat di Area Car Free Day Jalan Syamsuidn SH, Minggu (3/11). Mobil ini akan memberikan sosialisasi informasi mengenai kepemiluan kepada masyarakat Kota Sukabumi. “ Mobil ini untuk mempermudah sosialisasi sampai tahapan pemilu 2024 mendatang,” ujar Komisioner KPU Kota Sukabumi Ratna Istianah, Minggu.

Launcing Moci yang dikenalkan Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi ini, diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi mendatang. “Jadi sekarang lebih mudah dan fleksibel. Ketika ada masyarakat berkumpul, bisa langsung didatangi mengunggunakan mobil dan sosialisasi. Sebab, semua lengkap tentang kepemiluan. Termasuk cek DPT,” katanya.

KPU menargetkan partisipasi masyarakat bisa semakin meningkat ke depannya. Hal itu dengan gencarnya sosialisasi yang dilakukan KPU Kota Sukabumi.”Kemarin partisipasi kita mencapai 86,12 persen. Nanti kita ingin meningkat di angka 90 persen,” pungkasnya.

Sementara itu, Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi mengatakan mobil ini merupakan inovasi KPU Kota Sukabumi untuk bersosialisasi. Meskipun pesta demokrasi masih panjang dan Kpu terus melakukan sosialiasasi untuk penyadaran politik masyarakat. “Salah satu inovasi agar partisipasi warga Sukabumi semakin meningkat dan Penyadaran politik dan kesatuan dalam berdemokrasi, “ungkapnya.

Diakuinya masyarakat saat ini belum dewasa dalam berpolitik. Terlihat dari adanya konflik berkaitan perbedaan pasangan ataupun parpol. “Makanya diluncukarkannya Moci (Mobil Cerdas Demokrasi) mampu memberikan kesatuan berpolitik,” ujarnya

Padahal perbedaan merupakan hal alamiah. Makanya, di tengah perbedaan harus bersatu dan berkolaborasi. “Mari sama-sama tetap bersatu dan berkolaborasi, “tukasnya.

Sementara itu, bidang Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih KPU Jawa Barat, Idam Kholik mengapresiasi program Moci yang dilakukan KPU Kota Sukabumi. Program tersebut merupakan kali pertama di Jawa Barat dan Indonesia. “Sudah kami laporkan dan diharapkan setiap daerah di Jabar bisa melakukan hal yang sama,” pungkasnya. (bal)

Tags

Tinggalkan Balasan