KABUPATEN SUKABUMISUKABUMI

Ade Dasep: Ibadah Sudah Jadi Kebutuhan

SUKABUMI – “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”. (QS. Adz Dzaariyaat, 56), hal tersebut dikatakan oleh Ade Dasep Zaenal Abidin saat ditunjuk menjadi khatib Jumat di Masjid Jami Al-Falah Kampung Cibatu Rt (01/03) Desa Cibatu Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jumat (1/11).

Menurutnya, saat ini masyarakat sudah seharusnya tak lagi menilai ibadah sebagai kewajiban saja. Tetapi, sebagai umat muslim hal itu harusnya dijadikan sebagai kebutuhan dalam sehari-hari.

“Jelas dalam beberapa keterangan, bahwa manusia dan jin diciptakan adalah untuk beribadah. Nah, disini kontek ibadah itu saya aktualisasikan kepada program jumat keliling (jumling), “jelas Ade Dasep seusai mengadakan Jumling.

Menurutnya, konteks beribadah di sini berbeda-beda dalam pandangan masyarakat. Tentunya, di luar dari yang diwajibkan dalam lima rukun Islam. Dalam membangun tatanan masyarakat yang islami sedari dulu para ulama mengajarkan bahwa berbuatlah yang baik-baik kepada sesama manusia, ketika tidak bisa jangan merusak tatanan masyarakat dengan tindakan yang dilarang dalam ajaran Islam.

“Dari Awal, saya bercita-cita. Ingin membangun, masyarakat Kabupaten Sukabumi dengan Al-quran dan membangun masyarakat yang makmur dengan cara memakmurkan anak yatim piatu. Itu adalah solusi yang saya tawarkan untuk Kabupaten Sukabumi yang lebih baik,” terang pria ramah ini.

Maka dari itu, Anggota DPRD dari Fraksi Grindra ini bercita-cita program ini bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, saat ini selama lima tahun kebelakang, program Jumat keliling hanya dilakukan di Daerah Pemilihannya saja.

“Saya tidak ada ambisi selain mewujudkan program ini lebih luas lagi, jika ditakdirkan saya menjadi pemimpin saya akan menjalankan dengan baik. Jika tidak pun, saya akan tetap berbuat. Karena menurut saya ini bukan lagi sebagai kewajiban, tetapi sebagai kebutuhan saya atas tanggungjawab dan amanah yang diberikan masyarakat kepada saya, ” beber Ade Dasep yang sudah mendaftar Calon Wakil Bupati dari partai Gerindra tersebut.

Tradisi menyantuni anak yatim piatu adalah program yang diciptakan sejak 2014 silam. Adapun, ada sebagian orang yang menilai miring tentang pergerakan program dirinya dilapangan adalah hal yang sangat lumrah. Pasalnya, dalam hidup tidak semuanya yang setuju walaupun yang dilakukan adalah kebaikan, apalagi tindakan keburukan.

Setiap menjalankan program ini bersama lembaga yang digagasnya yakni, Baldatun Center tentunya banyak sekali mendapatkan ujian dan perkataan miring dari orang yang tidak setuju dengan programnya. Tapi, menurutnya dirinya secara perlahan program ini dijalankan secara bertahap dari masjid ke masjid yang ada di beberapa desa dan kecamatan berbeda.

Terkait kenapa memilih mencalonkan diri sebagai calon wakil bupati Sukabumi, dirinya beralasan bahwa sudah jauh-jauh hari organisasi atau lembaga yang dirinya pimpin mendeklarasikan untuk mendukung Bupati Sukabumi Marwan Hamami dua periode.

Namun, dirinya hanya mencari peruntungan dan ikhtiar politik agar program ini bisa meluas ke seluruh peloksok Kabupaten Sukabumi. “Semangatnya masih sama yakni, #2020H.MARWANHAMAMIBUPATI2PERIODE. Baldatun Center Pro MH. Dengan izin dan ridho Allah SWT semoga MADZA (Marwan Hamami Ade Dasep Zaenal Abidin) terwujud,” harapnya.(adv/hnd)

Tags

Tinggalkan Balasan