Dinas PertanianSUKABUMI

Hujan Datang, Waspada Serangan Hama

SUKABUMI – Memasuki musim hujan, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sukabumi menghimbau kepada seluruh petani padi agar meningkatkan kewaspadaannya. Pasalnya, intensitas curah hujan yang tinggi dapat berpotensi serangan hama pada tanaman pertanian.

Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sukabumi Diat Sujatman mengatakan, berdasarkan survei di lapangan, potensi hambatan produksi pertanian padi di musim hujan didominasi oleh serangan hama blas dan hama putih palsu yang dapat menyebabkan daun padi mengering.

“Meski serangan kedua hama itu, tidak berpotensi dan mengakibatkan gagal panen. Namun serangan hama tersebut dapat menyebabkan hasil produksi pertanian padi menurun,” jelas Diat kepada Radar Sukabumi, Jumat (1/11).

Kedua hama tersebut, sambung Diat, biasanya menyerang tanaman padi pada fase vegetatif hingga menyebabkan daun padi memutih dan mengering. “Namun, hal tersebut dapat segera diantisipasi melalui pemberian obat pestisida untuk pembasmi serangan hama,” paparnya.

Berdasarkan data yang tercatat di BPP Kecamatan Sukabumi, dari enam desa yang ada di wilayah Kecamatan Sukabumi. Yakni, Desa Parungseah, Sukajaya, Karawang, Sudajaya Girang, Warnasari dan Desa Perbawati.

Menurutnya terdapat 543 hektare sawah. “Dari semua jenis pertanian di wilayah Kebonpedes yang patut di waspadai adalah pertanian padi. Karena pada musim hujan ini, tanaman padi rentan terserang hama. Bahkan bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan produksi padi menurun,” timpalnya.

Kepala Desa Karawang, Iwan Rusmawan Gardika mengatakan, dalam mengantisipasi serangan hama pada musim hujan ini, pihaknya telah bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh kelompok tani yang ada di wilayah Desa Karawang.

“Setiap sebulan sekali, para petani disini melakukan pertemuan dengan BPP yang merupakan kepanjangan tangan dari Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi untuk membahas berbagai persoalan yang ada di petani. Iya, salah satunya membahas persoalan hama,” katanya.

Untuk mengantisipasi agar tanaman padi tidak terserang hama blas, ia menghimbau kepada seluruh petani agar memberikan obat pestisida untuk pembasmi hama. Ini merupakan salah satu upaya agar kualitas padi tetap kuat dari berbagai serangan hama.

“Selain itu, kami juga menyarankan agar petani menggunakan bibit dan benih unggul. Apabila ada gejala yang mencurigakan terhadap tanaman, diharapkan para petani segera berkonsultasi atau melapor kepada pemerintah desa. Nanti, akan kami sampaikan kepada BPP Kecamatan Sukabumi untuk mencari solusinya,” pungkasnya. (den/d)

Tags

Tinggalkan Balasan