KABUPATEN SUKABUMI

Dana Desa Cijangkar Digunakan Gaji Guru Ngaji

NYALINDUNG — Pemerintah Desa (Pemdes) Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, memberikan insetentif kepada 100 guru ngaji di Aula Desa Cijangkar, kemarin (1/11). Anggaran yang dialokasikan ini bersumber dari Dana Desa (DD) tahap tiga sebesar Rp30.000.000.

Sekertaris Desa Cijangkar, Deni mengatakan, bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada guru ngaji yang ada di daerah. “Setiap enam bulan, kami memberikan insetif ini kepada guru ngaji yang perorangnya menerima Rp300.000 jadi jumlah total dari 100 guru ngaji ini mencapai Rp30.000.000,” kata Deni, kemarin (1/11).

Menurutnya, tugas berat yang diemban guru ngaji ternyata tidak sebanding dengan apa yang mereka terima berupa tunjangan dari pemerintah atau orang tua santri. “Guru ngaji adalah orang yang paling berjasa meletakkan pondasi keimanan dan baca tulis Al Quran terhadap seorang anak setelah orang tuanya.

Dimana banyak para orang tua sangat sibuk dengan kegiatannya mencari rizqi sehingga tugas pemberian keimanan dan baca tulis Al Quran kebanyakan diserahkan kepada guru ngaji. Sebab itu kami memberikan apresiasi atas kinerjanya yang sudah memberikan ilmu agama kepada anak,” ujarnya.

Deni kembali menegaskan, uang insentif bagi para guru mengaji ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah yang telah mengabdi dan berkorban untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan pada generasi muda.

“Uang insentif yang diberikan hanya sebagai stimulan bagi para guru mengaji dalam mendidik dan membentuk watak dan karakter masyarakat yang cerdas dan berakhlak mulia,” tegasnya.

Dirinya berharap, dengan pemberian insentif ini dapat menjadi motivasi kepada guru ngaji agar lebih maksimal lagi dalam mendidik generasi bangsa.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat buat guru ngaji sehingga bisa menciptakan anak didik yang berkualitas, bermartabat dan bisa menjadi insan yang bertaqwa dan beriman,” pungkasnya. (bam/d)

Tags

Tinggalkan Balasan