Dinas PertanianKABUPATEN SUKABUMISUKABUMI

TNI-Polri Kompak Bangun Jalan Warga Karawang

SUKABUMI – Muspika Kecamatan Sukabumi dan puluhan warga menggelar gotong royong untuk membangun jalan lingkungan dan saluran irigasi tersier di Kampung Karawang Girang, Desa Karawang, Kecamatan Sukabumi, Jumatn(1/11).

Kepala Desa Karawang, Iwan Rusmawan Gardika mengatakan, aksi gotong royong untuk pembuatan jalan sepanjang 350 meter dengan lebar satu meter ini, untuk menghubungkan Kedusunan Karawang Girang dengan Kedusunan Karawang Kulon.

Sementara untuk pembangunan saluran irigasi tersier sepanjang 220 meter dengan lebar satu meter ini, merupakan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi yang berumber dari APBD.

“Kalau bantuan dari Dinas Pertanian dikerjakan oleh pihak ketiga dengan anggaran sebesar Rp180 juta. Sementara untuk pembanguna jalan, rencananya akan menggunakan anggaran dari Dana Desa 2020 pada tahap I dengan besaran nominal sekitar Rp50 juta,” kata Iwan kepada kepada Radar Sukabumi, Jumat (1/11).

Saat ini, warga dan pemerinah Desa Karawang tengah fokus membantu pembangunan saluran irigasi tersier untuk mengairi lahan pertanian warga yang berada di dua kedusunan yang ada di wilayah Desa Karawang.

“Alhamdulillah, semangat gotong royong warga di Desa Karawang masih tinggi. Bahkan, mereka telah menghibahkan sedikit lahan pertaniannya untuk dijadikan pembangunan irigasi dan pembangunan jalan,” ujarnya.

Pihaknya mengucapkan banyak terimakasih kepada Muspika Kecamatan Sukabumi dan seluruh warga yang sudah berperan aktif melakukan gotong royong untuk membangun saluran irigasi dan jalan lingkungan tersebut. “Semoga dengan adanya kegitan ini, dapat meingkatkan faktor ekonomi warga menjadi lebih sejahtera, khususnya dalam bidang pertanian,” ujarnya.

Sementara itu, Danramil 0705/Kecamatan Sukabumi, Kapten Inf Ahmad Samas mengatakan, pembangunan jalan lingkungan dan saluran irigasi tersier ini, sangat bermanfaat untuk menunjang peningkatan pertanian warga di Desa Karawang.

“Jalan ini, akan dimanfaatkan oleh warga dari dua kedusunan dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 700 KK dan 2000 jiwa. Sementara untuk pembangunan irigasi tersier akan dimanfaatkan warga untuk mengairi lahan pertanian seluas 11 hektare,” jelasnya.

Bila nanti pembangunan jalan selesai, sambung Samas, warga akan lebih dimudahkan untuk menggangkut hasil pertaniannya. Kedepan dirinya berharap dengan adanya pembangunan tersebut, dapat meingkatkan faktor ekonomi warga menjadi lebih sejahtera dalam bidang pertanian.

“Seperti mobilisasi pertanian tidak akan menyulitkan warga untuk biaya pikul. Iya, kalau sekarang petani membawa petaniannya dengan cara di pikul dengan jarak sektiar tiga kilomter.

Nah nanti bila jalan ini sudah selesai dibangun, akan lebih efektif. Jadi waktu panen warga bisa membawa hasil petaninanya mengunakan kendaraan roda dua,” pungkasnya. (den/d)

Tags

Tinggalkan Balasan