Pemerintah Kota Sukabumi

Salat Subuh Berjamaah Terus Digaungkan

KOTA SUKABUMI – Sebagai bentuk konsistensi visi misi Religius Nyaman dan Sejahtera (Renyah), Pemerintah Kota Sukabumi terus menggaungkan program gerakan shalat subuh berjamaah. Tidak hanya itu, kegiatan keagamaan tersebut, juga untuk mempererat tali silaturahmi antara warga dengan aparat pemerintah kota.

Belum lama ini, kegiatan salah subuh berjamaah digelar di Masjid Agung Kota Sukabumi dengan dihadiri langsung oleh Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi Chalik Mawardi dan sejumlah pejabat teras Kota Sukabumi.

”Alhamdulillah dengan berbagai keberkahan dan kebaikan, bisa silaturahmi dan melaksanakan gerakan shalat subuh berjamaah yang sudah setahun berjalan,” ujar Walikota Sukabumi Achmad Fahmi disela-sela kegiatan.

Ia beraharap, gerakan salat subuh berjamaah ini menjadi massif dan didorong oleh aparatur. Sehingga proses pembangun Kota Sukabumi mendapatkan berkah dari Allah subhanahu wa ta’ala.

“Allah tidak mungkin memberikan kebaikan dan keberkahan kalau manusia tidak berusaha melakukan proses pendekatan kepada-NYA. Untuk itu, program gerakan shalat subuh berjamaah harus menjadi gerakan massif sehingga keberkahan akan tumbuh,” harapnya.

Fahmi mengaku, dalam momen ini juga, proses pelantikan presiden dan wakil presiden beberapa hari lalu berjalan aman. Harapannya pelaksanaan pembangunan lima tahun ke depan pun bisa dilaksanakan dengan baik.

“Segala sesuatu yang diawali dengan baik akan berjalan dengan baik. Selain itu sudah dilantik menteri Kabinet Indonesia maju sebanyak 38 menteri dan pejabat setingkat menteri,” akunya.

Di sisi lain Fahmi menyampaikan, momen salat subuh berjamaah ini sebagai sarana informasi langsung kepada masyarakat. Di mana, segala bentuk permasalahan yang terjadi di Kota Sukabumi bisa diketahui dan dipecahkan bersama.

Seperti halnya, saat ini di Kota Sukabumi kerap terjadi kebakaran. Untuk itu warga diminta lebih waspada dan berhati-hati saat akan melakukan aktivitas terutama yang berkaitan dengan api. “Dalam rentang Januari hingga Oktober 2019 tercatat sebanyak 155 bencana dan sekitar 47 persen kebakaran,” pungkasnya. (Upi/*/d)

Tags

Tinggalkan Balasan