CIANJURSUKABUMI

Pemuda Cianjur Bakar Rumah Orangtua karena Bisikan Gaib

RADARSUKABUMI.com – Ada-ada saja prilaku yang dilakukan oleh Usman (35) yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ), warga Kampung Nyelepet RT 3 RW 5, Desa Cikidangbayang, Kecamatan Mande. Pasalnya, prilaku dirinya yakni membakar rumah orang tuanya sendiri yakni Kokom.

Ternyata, aksi Usman itu bukan kali ini saja. Sebelumnya pernah beberapa kali akan membakar rumah tetangganya namun selalu diketahui warga.

Namun, pada Senin (21/10) sekitar pukul 22.00 WIB, Usman membakar rumah orangtuanya. Tidak hanya itu saja, kemarin pagi sekitar 10.00 WIB ia kembali akan melakukan pembakaran rumah namun berhasil diamankan warga. Dari hasil keterangan Usman kepada orangtua dan warga, dirinya mengaku mendapatkan bisikan gaib untuk membakar rumah.

“Itu pernah beberapa kali kepergok warga akan melakukan pembakaran rumah, namun tadi malam tidak ketahuan jadi rumah orang tuanya hangus, setelah itu pagi harinya mau membakar lagi rumahnya yang sudah dijual tapi gagal,” ujar Plh Trantib Kecamatan Mande, Mumuh Prhamubin.

Pihak kecamatan bersama dengan Satpol PP, Koramil dan polsek mengamankan yang bersangkutan agar tidak diamuk warga yang sudah geram.

“Kita lakukan koordinasi dengan Puskesmas Kademangan agar diberikan obat penenang dan akan kita bawa ke Istana KSJ agar mendapatkan penanganan,” tuturnya.

Sementara, rumah dua lantai di Kampung Padabeunghar, RT 01 RW 08, Desa Gekbrong, Kecamtan Gekbrong diduga terbakar akibat korsleting, Selasa (22/10). Berdasarkan informasi api mulai berkobar lantai dua, rumah milik Isoh (60) sekitar pukul 05.30 WIB.

Peristiwa kebakaran tersebut awalnya diketahui oleh tetangga korban, saat membuka pintu rumah melihat kobaran api yang muncul dari rumah korban.
Warga sekitar sempat kesulitan untuk memadamkan api, pasalnya selain jauh dari sumber air, rumah lantai dua milik korban juga dipenuhi oleh bahan baku tas yang sehingga api dengan mudah merembet ke ruangan lainya.

Petugas pemadam kebakaran mengerahkan empat mobil untuk menjinakkan api, satu jam kemudian api baru berhasil dipadamkan. Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Dugaan sementara kebakaran terjadi karena korsleting arus listrik yang terjadi di lantai dua.

Salahseorang saksi Ceceng, Yusuf (27) mengaku bahwa dirinya orang pertama yang mengetahui kebakaran tersebut, karena rumahnya dan rumah korban berhadap-hadapan.

“Awalnya api yang muncul di lantai dua itu kecil, namun setelah saya memberitau korban api itu tiba-tiba membesar,” katanya.

Melihat api yang terus membesar, ia pun langsung meminta pertolongan warga lainya. “Warga datang api sudah makin besar,” katanya.

Sekretaris Desa Gekbrong Andri mengatakan terjadinya kebakaran tersebut diduga kuat berasal dari arus pendek listrik.

“Api pertama muncul dari palafon rumah lantai dua, jadi bisa dipastikan di sekitaran itu terjadi korsleting,” katanya.

Ia mengatakan, dilantai dua rumah milik korban dijadikan tempat pembuatan tas, sehingga saat terjadi kebakaran api jadi mudah merembet.

“Korban adalah pemilik industri rumahan,” katanya.

Menurutnya pasca kejadian itu untuk sementara korban tinggal di sanak saodaranya, dan pihak pemerintah desa tengah berupaya membantu meringankan beban korban.

“Kalau santunan sudah pasti ada dari Pemdes, tapi itu tidak seberapa. Kami juga sedang mempersiapkan surat permohonan bantuan kepada BPBD dan Baznas,” katanya.

(RC/kim/dil/pojokjabar/izo/rs)

Tags

Tinggalkan Balasan