Bisnis

Merpati Siap Bangkit dari Kubur Berkat Garuda

RADARSUKABUMI.com – Garuda Indonesia Group berencana untuk menghidupkan kembali Merpati Nusantara Airlines. Hal ini untuk melakukan penetrasi pasar kargo udara di Indonesia wilayah timur.

Dilansir dari Bisnis.com, VP Corporate Secretary PT Garuda Indonesia Tbk. M. Ikhsan Rosan mengatakan, pesawat yang digunakan untuk operasional angkutan barang via udara tersebut sebanyak tiga unit berjenis Boeing 737 Series. Satu unit pesawat khusus kargo dari Garuda Indonesia dan dua unit berasal dari Citilink Indonesia yang akan dikonversi dari pesawat penumpang.

“Nanti rutenya bisa berkembang, baik antar wilayah timur maupun Jakarta ke timur, bolak balik,” katanya, Kamis (17/10/2019).

Jumlah pesawat yang dioperasikan khusus kargo, sambungnya, juga akan bertambah menjadi delapan unit menggunakan jenis Boeing 738 dan Airbus 330. Lima unit pesawat tambahan akan didatangkan secara bertahap hingga 2020.

Saat ini, lanjutnya, pesawat yang digunakan adalah dari Garuda Indonesia Group, karena pesawat yang dimiliki Merpati sedang dalam kondisi tidak operasi dan membutuhkan sertifikasi ulang dengan biaya yang tinggi.

Namun, pesawat tersebut ada kemungkinan untuk diaktifkan kembali seiring dengan pertumbuhan volume kargo maupun permintaan pasar.

Ikhsan memastikan dalam kerja sama tersebut, Garuda tidak menjadi terbebani. Sebaliknya, kinerja bisnis kargo emiten berkode GIAA tersebut bakal berpotensi meningkat seiring dengan perluasan pasar ke wilayah timur.

Dalam usaha pengembangan kargo dari Merpati, tuturnya, beberapa BUMN lainnya seperti Semen Indonesia, Pertamina, Perum Bulog, Perusahaan Perdagangan Indonesia, dan PLN akan mendukung melalui aktivitas pelayanan pengiriman barang-barang di wilayah Papua.

Penetrasi ke wilayah timur bukan kali ini saja. Sebelumnya Garuda juga telah bekerja sama dengan PT Perikanan Nusantara (Persero) dalam bidang kargo dan pemanfaatan cold storage untuk distribusi hasil perikanan nasional di pasar internasional.

Kemudian ada rencana mendatangkan total 150 unit pesawat tanpa awak (unmanned aircraft system/UAS) yang dipilih agar bisa menjangkau wilayah timur dengan tingkat keselamatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pesawat konvensional. Garuda diketahui menargetkan volume kargo udara bisa mencapai 2 juta ton pada 2025.

(int/izo/rs)

Tags

Tinggalkan Balasan