PENDIDIKAN

Ribuan Anak PAUD Manasik Haji

CIKOLE – Himpunan Pendidikan Usia Dini atau Himpaudi Kota Sukabumi menggelar Manasik Akbar PAUD se-Kota Sukabumi di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi. Yang menarik adalah gelaran manasik anak-anak PAUD ini merupakan yang terbesar.

“Alhamdulillah kami hari Himpaudi menggelar Manasik Haji Akbar dengan melibatkan 2.641 anak PAUD dari 168 PAUD yang ada di Kota Sukabumi,” kata Ketua Panitia Endang Saepuloh kepada Radarsukabumi, kemarin (16/10).

Endang mengungkapkan, label sebagai manasik akbar terbanyak dikarenakan jumlah pesertanya yang tembus lebih dari dua ribu orang anak PAUD.

“Ya manasik haji ini yang terbanyak dan terbesar. Tadi dapat penghargaan dari Pemerintah Kota Sukabumi sebagai manasik terbanyak skala Kota Sukabumi. Makanya kami pakai embarkasi,” sebut pria yang juga menjabat sebagai Seksi Humas Himpaudi Kota Sukabumi.

Dalam prakteknya, para anak PAUD tampak mengenakan pakaian serba putih didampingi oleh guru dan orangtua yang juga mengenakan busana putih-putih.

Setibanya di lokasi acara, memulai dari maktab atau penginapan, lalu menuju tenda miqat, ke tenda arafah. Setelah itu ke tenda muzdalifah, memasuki terowongan mina, mabit dan dilanjutkan dengan melempar jumrah.

Setelah itu dilanjutkan dengan thawaf ihram atau mengelilingi Kakbah, salat sunah di depan Maqam Ibrahim, mengambil air zamzam, sai atau lari-lari kecil, tahalul dan membayar dam.

“Acaranya sangat tertib, sangat rapih dan sesuai dengan konsep dalam ibadah haji,” ujar Endang. “Dan khusus dam, setiap anak bersedekah sebesar Rp 2.000 yang nantinya disalurkan ke yayasan anak rehabilitasi narkoba di Palabuhanratu,” sambungnya.

Endang menjelaskan kegiatan manasik haji ini digelar untuk anak PAUD karena sesuai dengan sasaran dan aspek pembelajaran yang ada pada PAUD sendiri. Seperti seperti motorik kasar, motorik halus, sosial dan seni bahasa yang merupakan beberapa poin dalam aspek pengembangan di PAUD.

Misalnya motorik kasar seperti lari-larinya, ada melemparnya. Sosialnya ada dam. Seninya melanggamkan zikir dan salawat. Bahasanya, di Arafah kita membaca doa dan sebagainya. Intinya ini menggambarkan betapa indahnya rukun Islam dengan ibadah perjalanan haji,” beber Endang.

“Kami berharap, dengan manasik haji ini dapat mengenalkan rukun Islam supaya tertanam dalam jiwa mereka sejak usia dini agar bisa benar-benar melaksanakan ibadah haji kelak,” tutupnya.

Sementara itu, Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi menambahkan, pembentukan anak soleh dilakukan di semua lini dan jenjang misalnya di tingkat PAUD.

“Pembiasaan melakukan ibadah seperti manasik ibadah haji ini akan terus digiatkan bersama dengan Himpaudi dan unsur lembaga pendidikan lainnya.

Anak-anak di Kota Sukabumi dikenalkan sejak dini peragaan manasik ibadah haji. Kegiatan ini untuk mendorong anak-anak terbiasa dan mengamalkan ibadah dalam ajaran Islam salah satunya ibadah haji,” pungkasnya. (upi/izo)

Tags

Tinggalkan Balasan