KABUPATEN SUKABUMISukabumi

Meski Majikan Baik, Korban TPPO di Irak Tetap Ingin Pulang

RADARSUKABUMI.com – Lina Pratiwi (30), warga Kampung Tangkolo, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Irak mengaku ingin segera pulang ke Indonesia.

Tak hanya Lina, Tuti yang merupakan warga Sukabumi serta kelima TKW dari Jawa Barat lainnya juga berharap segera dipulangkan ke kampung halaman.

“Saya cuma pengen cepat pulang,” kata Lina kepada Radarsukabumi.com, Kamis (17/10/2019).

Sejumlah alasan mengapa Lina ingin segera pulang. Diantaranya rindu kepada keluarga serta tidak merasa nyaman dengan kondisi di Irak yang notabene negara konflik. Selain itu status mereka sebagai korban TPPO adalah alasan lainnya.

“Kangen sama keluarga iya, selain itu disini kan situasi negaranya kurang baik, jadi ya pengen pulang aja gitu,” ujar Lina.

Lina dan keenam TKW lainnya sempat mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari agen di Irak. Menurut kesaksian Septyani dan Rustia, dua TKW asal Karawang, mereka sempat disekap di sebuah hotel di Irak.

Mereka pun sempat kabur dan mengadukan kasus ke kantor polisi yang ada di Kota Dohuk, namun entah apa yang terjadi, polisi justru mengembalikan mereka ke pihak agen. Kini ketujuh TKW tersebut masing-masing telah bekerja di tempat atau rumah majikan yang berbeda.

“Kalau majikan saya orangnya baik. Cuma disini banyak bekerja, jadi capek gitu,” tutur Lina singkat.

Pengakuan senada juga dilontarkan Rustia yang mengaku beruntung mendapatkan majikan yang baik. Sang majikan memperbolehkan Rustia memegang HP dan keluarga majikannya tak sungkan menyapa keluarganya di Kabupaten Karawang.

“Baik sih baik, tapi saya di sini kerja 24 jam,” ungkapnya kepada Pojokjabar.com, Rabu (17/10/2019) malam.

Maksud kerja selama 24 jam di sini, katanya, ketika tiba-tiba saat tengah malam majikannya memanggil dirinya untuk mengerjakan sesuatu pekerjaan yang diminta, maka ia harus menuruti.

Rustia pun mengaku, ia kerap harus membantu menyuapkan makanan kepada orangtua, serta mengurus orangtua majikan yang sudah lumpuh.

(izo/rs)

Tags

Tinggalkan Balasan