SUKABUMIWISATA

Menakjubkan! Ada Kristal Es di Gunung Gede Pangrango

RADARSUKABUMI.com – Butiran embun yang membeku membentuk kristal es terlihat sepanjang mata memandang di Alun-alun Suryakencana, Gunung Gede Pangrango. Kilauan bening khas kristal air menyelimuti hampir seluruh permukaan rerumputan di kawasan tersebut.

Tanaman, tenda pendaki, tak lepas menjadi media kristal es dalam beragam ukuran. Memang pagi itu hawa dingin di Alun-alun Suryakencana, Gunung Gede Pangrango, terasa tak biasa. Dingin menusuk tulang jelas terasa saat fajar hingga matahari terbit.

Tak heran, dinginnya suhu di sana menyulap butiran air embun menjadi kristal bening. Salah seorang pendaki, Gilang Putra, mengaku hamparan butiran kristal es di Alun-alun Suryakencana merupakan pengalaman perdana yang dialaminya.

Hal tersebut membuat pendaki asal Bekasi itu merasa sangat beruntung lantaran berhasil merasakan dan menyaksikan langsung fenomena alam yang indah itu.

“Saya sangat beruntung bisa lihat lautan kristal es seperti ini. Tentu momen ini sangat langka,” ujarnya. Meski fenomena tersebut kerap dikaitkan dengan hal berbau mistis, namun penjelasan ilmiah mampu menjelaskan secara nalar fenomena tersebut. Secara ilmu pengetahuan, fenomena itu sering terjadi pada musim kemarau. Terlebih di sejumlah gunung yang ada di Pulau Jawa.

“Udara pada musim kemarau di wilayah ini berasal dari Australia karena negara tersebut sedang musim dingin. Hal ini juga memberikan dampak kepada sejumlah gunung yang ada di kawasan Pulau Jawa,” papar Kepala Stasiun Meteorologi Citeko Cisarua, Bogor, Asep Firman.

Ia menjabarkan, dinginnya suhu juga dipicu lantaran efek dari musim kemarau. Dinginnya suhu udara saat malam akan terus berlangsung hingga pagi hari jelang siang. “Hingga bumi kembali menyerap energi gelombang pendek dari matahari, kemudian dipancarkan lagi ke atmosfer, pada saat itulah kita akan kembali merasakan kehangatan atau panas bumi,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Citeko, Forcaster Stamet Citeko, Ronald C Wattimena. Secara umum, fenomena membekunya embun merupakan hal biasa terjadi di puncak gunung maupun ketinggian.

Selain puncak musim kemarau, kristalisasi embun yang terjadi di Alun-alun Suryakencana juga terjadi lantaran pengaruh dari Monsoon dingin Australia. Di mana saat itu terjadi pergerakan massa udara dari Australia ke Indonesia.

“Saat ini rata-rata suhu di puncak Gunung Gede berkisar 18°C. Sedangkan pada malam hari hingga subuh berkisar 2-5°C. Saat suhu dingin itu, ditambah ketinggian Gunung Gede kurang lebih 2.958 mdpl, maka dipastikan bisa terjadi butiran kristal seperti itu,” tutupnya.

(ogi/mul/c/mam/run/izo/rs)

Tags

Tinggalkan Balasan