KOTA SUKABUMI

Sabumi Pamerkan Potret Pendidikan Sukabumi

CIKOLE – Sabumi Volunteer memamerkan ratusan foto yang mengisahkan Potret pendidikan di Sukabumi. Pameran fotografi Dan Charity itu dibingkai dengan sebuah tema yakni Cukang Lantaran yang diselenggarakan di di Sunda Coffee and Space Jalan Cikole Dalam, Kecamatan Cikole , kemarin.

Ketua pelaksana kegiatan, Deden mengatakan pameran foto ‘Cukang Lantaran’ dapat diartikan perantara atau wasilah yang dapat membuat seseorang bisa mendekatkan diri kepada Tuhan yang maha kuasa dengan cara mengabdikan diri pada masyarakat dan mengerjakan sesuatu yang bisa meringankan beban orang lain. Pameran Ini until membuka wawasan masyarakat tentang ketimpangan pendidikan yang terjadi.”

Sehingga Acara ini diharapkan menjadi perantara harapan anak-anak pelosok untuk mendapatkan pendidikan yang baik dan layak guna tercapainya harapan dan cita cita mereka,” ungkapnya.

Dijelaskannya Foto yang ditampilkan sebanyak 119 foto merupakan jepretan dari anggota Sabumi Volunteer, Komunitas Foto Kami dan Gerakan Nusantara Terdidik. Lalu rangkaian pameran ini diisi dengan talkshow, pertunjukan teater, pembacaan puisi anak-anak pelosok, dan penyerahan buku secara simbolis dari donatur. ” Kita adakan Ini selama satu pekan dari 22 September sampai 28 september, “ujarnya.

Sementara itu Ketua Sabumi Volunteer, Achmad Sarifan mengatakan pameran Foto Cukang Lantaran menjadi ajang silaturahmi dan edukasi antara masyarakat, komunitas dan pakar pendidikan demi menggapai pendidikan yang baik dan merata di seluruh pelosok negeri khususnya di Sukabumi.

“Kami berharap pelaku dan pemerhati pendidikan baik itu di Sukabumi maupun nasional datang ke acara pameran foto ini. Begitu pula, pemerintah daerah kota dan kabupaten dapat hadir juga untuk melihat potret pendidikan yang terjadi selama ini.” katanya.

Lanjut dia, kegiatan pameran ini didasari dari perjalanan kawan-kawan Sabumi Volunteer ketika berkunjung ke pelosok Sukabumi dalam rangka pendirian taman baca dan distribusi buku bacaan. Selama perjalanan memasuki kampung demi kampung di Sukabumi sejak tahun 2015, Sabumi Volunteer memotret fakta-fakta mengenai kondisi pendidikan yang jarang sekali terlihat dan disadari oleh khalayak ramai.

” Kegiatan pameran pendidikan pelosok ini merupakan sebuah sarana dan moment untuk mengetuk hati masyarakat kota agar lebih peduli akan pendidikan dan bahu membahu membantu saudara kita di pelosok negeri ini dalam menyelenggarakan pendidikan yang baik dan layak,” ungkapnya.

Dijelaskan Deden selama Sabumi ini mencoba turun ke pelosok Sukabumi dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pendidikan. Bahkan telah mendirikan taman baca masyarakat (TBM), pendirian sekolah gratis, dan distribusi buku bacaan ke pelosok daerah. Membuat perilaku masyarakat mulai berubah akan pentingnya pendidikan. “

Pelan-pelan perubahan terjadi, anak-anak semakin semangat membaca buku, orang tua bisa memasukkan anaknya ke sekolah gratis, dan kemampuan memahami bacaan semakin membaik. Dunia pendidikan pelosok jangan dibiarkan menjadi gelap dan harus ada penerang bagi mereka,” Pungkasnya. (Bal)

Tags

Tinggalkan Balasan