KOTA SUKABUMISUKABUMI

Eks Bangunan Kinder Vacantie Dibangun Bioskop, Bolehkah?

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Setelah 17 tahun tidak ada satupun investor yang sanggup, akhirnya bioskop akan segera dibangun di Sukabumi. Namun, wacana yang sangat ditunggu-tunggu publik Kota Sukabumi itu menjadi kontroversial.

Berdasarkan unggahan admin media sosial facebook, Sukabumi Facebook pada Kamis (19/9/2019) hari ini, disebutkan akan dikerjakan sebuah proyek pembangunan bioskop.

Yang menjadi permasalahan, lokasi pembangunan bioskop tersebut di atas tanah yang ada bangunan bersejarah. Tepatnya di eks bangunan Kinder Vacantie atau taman kana-kanak yang beralamat di Jl. Bhayangkara, bersebelahan dengan eks Lapangan Oikumene yang sekarang menjadi lokasi proyek bangunan hotel yang mangkrak.

Eks bangunan Kinder Vacantie

Ketua Tayasan Dapuran Kipahare Irman Firmansyah pun berkomentar mengenai hal ini. Dia menyatakan bahwa tidak setuju kawasan tersebut dibangun bioskop.

“Kurang setuju karena sangat tidak pas dimana disitu merupakan tempat bersejarah dan banyak bangunan bersejarah disekitarnya yang berpotensi rusak,” kata Irman kepada Radarsukabumi.com, Kamis (19/9/2019)

Menurut Irman, kawasan tersebut adalah kawasan bersejarah yang ada di Sukabumi karena merupakan saksi sejarah perhotelan, tempat kesehatan hingga tempat pendidikan. Di lokasi itu dulunya dibangun tempat pemulihan kesehatan tentara yang kemudian menjadi Hotel Grand Selabatu. Hotel tesebut juga dilengkapi sanatorium yang menjadi buruan orang Malaysia dan Singapura.

“Terakhir sempat menjadi Kinder Vacantie Kolonie semacam sekolah liburan anak-anak di zaman Belanda. Toponimi Koloni di wilayah tersebut juga dimungkinkan berasal dari sekolah tersebut. Bahkan bangunan disitu pernah dibombardir oleh pesawat jepang tahun 1942,” papar Irman.

Menurut Irman, maraknya konsep heritages seharusnya Pemerintah Kota Sukabumi tanggap bahwa lokasi tersebut bisa berpotensi sebagai kawasan Heritages. Sebab ada momen bersejarah selayaknya bangunan-bangunan di sana menjadi momentum yang mewakili memori kolektif masyarakat.

“Saya udah menghubungi kepala Badan Pelestarian Cagar Budaya untuk segera memberi perhatian khususnya bangunan-bangunan yang ada di Sukabumi karena Bangunan yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya bisa dihitung Jari. Pendopo saja belum menjadi bangunan cagar budaya, harus mulai menginventarisir kembali bangunan bersejarah dan berpotensi sebagai bangunan cagar budaya,” jelasnya.

Dalam unggahan tersebut, dilampirkan sebuah foto plang Izin Membangun Bangunan (IMB) dengan kop Pemerintah Kota Sukabumi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Ya, plang tersebut dipasang di sekitaran kawasan yang terdapat bangunan heritage sejarah. Ditulis bahwa akan dibangunan sebuah bangunan yang berfungsi untuk pemutaran film atau bioskop. Adapun luas bangunannya 792 meter persegi.

(izo/rs)

Tags

Tinggalkan Balasan