CIANJUR

Gempar Bayi Dibuang di Sungai Herang, Ternyata Sepasang Sepatu

RADARSUKABUMI.com – Informasi dugaan penemuan mayat bayi yang beredar di sejumlah media sosial belum bisa dipastikan benar. Pasalnya baik saksi maupun aparat kepolisian setempat belum menemukan adanya indikasi yang telah viral di medsos tersebut.

Berdasarkan seorang saksi mata, Alex (52) mengungkapkan, kejadian yang cukup heboh di dunia maya itu bermula saat dirinya mendengar informasi dari warga yang katanya ada seseorang yang melintas membuang bayi ke sungai Ciherang.

Saat ditelusuri langsung beserta warga lain, tidak menemukan apa-apa. Hanya ada sepasang sepatu bayi dan plastik obat-obatan salah satu dokter di Cianjur.

“Memang info awalnya itu dari anak-anak yang katanya melihat seseorang membuang bayi ke sungai. Kemudian si anak tersebut menyampaikan lagi ke orangtuanya,” ungkapnya saat dikonfirmasi, kemarin.

Selanjutnya, warga langsung melakukan pengecekan ke lokasi. “Setelah itu, saya mencoba mencari dugaan mayat bayi itu ke sungai hingga kedalaman beberapa meter. Tetapi tidak menemukan apa yang dikatakan warga tersebut,” lanjutnya.

Sementara itu Bhabinkamtibmas Desa Ciputri Aipda Koswara mengatakan, setelah mendengar informasi dugaan penemuan mayat bayi itu, dirinya langsung mengecek ke sungai yang berada diantara dua desa. Yakni Desa Ciputri dan Cibeureum Kecamatan Cugenang.

“Saat saya sedang di Polres, mendengar katanya ada penemuan mayat bayi, spontan saya langsung mengecek ke TKP dan menanyakan ke beberapa saksi mata. Tetapi belum menemukan hal tersebut,” kata Aipda Koswara saat di TKP.

Menurutnya, kejadian ini memang telah cukup heboh di medsos, baik Instagram maupun Facebook. Tetapi kenyataan di TKP memang belum bisa dipastikan itu benar atau tidaknya.

“Harus ditelusuri lebih lanjut, karena setelah dicek juga bareng dengan saksi lain, tidak ditemukan,” ujarnya.

Dirinya sangat mengimbau kepada masyarakat, lebih bijaklah menggunakan media sosial. Karena adanya kejadian-kejadian di lapangan, ketika belum dipastikan benar adanya jangan sampai membuat heboh. Ditakutkan itu mengundang hoaks.

“Kalau sudah viral seperti ini kan memang agak susah dibendung. Informasi yang beredar itu belum tentu benar. Maka mesti lebih bijak, dan kalau bisa ditelusuri dulu kebenarannya jangan sampai jadi hoaks,” kata Koswara.

(dan/izo/rs)

Tags

Tinggalkan Balasan