SUKABUMI

Wabup: Semua Harus Waspada

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sarjono menghimbau kepada seluruh warga agar meningkatkan kewaspadaannya. Ini mengingat catatan dari BMKG terhitung sejak 10 hingga 21 agustus kemarin, Sukabumi diguncang gempa sebanyak 72 kali.

Meskipun jumlah gempa selama 11 hari ini mencapai puluhan, namun Pemda Kabupaten Sukabumi mengaku belum ada laporan terkait kerusakan atau dampak lainnya pasca gempa. “Sampai saat ini belum ada dampak kerusakan, semua masih normal. Namun demikian, kami mengingatkan agar warga selalu waspada,” ujar Adjo Sardjono kepada Radar Sukabumi, kemarin.

Kewaspadaan ini perlu dilakukan untuk meminimalisir segala bentuk resiko akibat gempa. Ini mengingat, bencana atauapun fenomena alam tidak ada satu orang pun yang bisa memastikan kapan itu terjadi. “Mari kita sama-sama waspada dan lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta,” imbuhnya.

Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Adjo menegaskan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas terkait lainnya selalu siaga mengantisipasi dan menanggulangi terjadinya becana tersebut. “Penyuluhan mitigasi dan siaga bencana terus dilakukan. Tim Reaksi Cepat dan relawan bencana yang ada di setiap kecamatan pun selalu siaga,” imbuhnya.

Meskipun harus tetap waspada, namun kondusifitas wilayah dipastikan saat ini aman. Oleh karenanya ia meminta supaya tetap tenang. “Bila terjadi gempa bumi, disarankan segera cepat ke luar rumah dan berlindung di tempat yang aman,” tandasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yuda Sukmagara meminta kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi agar terus memantau situasi dan kondisi pasca gempa bumi yang mengguncang puluhan kali di Sukabumi ini. “Saya pun terus monitor pasca gempa bumi ini. Dan kami meminta kepada BPBD agar tetap siaga untuk mengantisipasi gempa susulan,” katanya.

Yuda pun meminta kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi agar bertindak cepat dalam penanganan gempa ini. Sejak dini, pemahaman dan cara yang harus dilakukan saat gempa harus terus disosialisasikan kepada warga. Baik itu melalui simulasi, maupun kegiatan bermanfaat lainnya. “Saya meminta kepada seluruh warga Kabupaten Sukabumi untuk tidak mudah percaya atas informasi yang belum jelas kebenarannya. Kalau terjadi bencana, disarankan kepada kepala desa dan camat untuk segera melaporkan dampak yang terjadi,” pungkasnya.

 

(Den/s)

Tags

Tinggalkan Balasan