CIANJUR

Suami Istri di Sindanglaya Dibacok Gara-gara Tagih Utang

RADARSUKABUMI.com – Bukannya membayar utang, Dasep justru mendatangi rumah Ujang (39) membawa sebilah pisau daging dan membacok tiga orang yang ada di Kampung Jeprah RT01/RW10 Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas pada Rabu (21/8) malam.

Tiga warga yang menjadi korban Dasep yaitu Ujang beserta istrinya dan seorang tetangga Ujang bernama Erik. Sekretaris Desa Sindanglaya, Iyan Ardiansyah mengatakan, mengetahui kejadian berdarah itu sekitar pukul 21:30 WIB usai mengikuti pengajian pemuda di salah satu masjid tak jauh dari TKP.

“Dapat informasi dari seorang pemuda lain bahwa telah terjadi pembacokan. Saat didatangi, ternyata benar dan korban segera dievakuasi ke RSUD Cimacan oleh warga,” ujarnya, kemarin.

Iyan pun sempat bertanya kepada keponakan Ujang bernama Faisal (20). Dari penuturan Faisal, sebelum terjadi peristiwa, korban dan pelaku sedang membicarakan suatu hal bahkan duduk saling berhadapan.

“Saya tidak menaruh curiga sedikitpun pada saat melihat paman saya itu tengah berbincang dengan si terduga pelaku. Hanya selang beberapa menit, entah karena apa terjadilah pembacokan itu,” kata Iyan saat menceritakan obrolannya dengan Faisal keponakan korban.

Iyan mengatakan, pada saat pagi harinya kemudian pemerintah desa pun mendatangi korban yang masih berada di RSUD Cimacan. Berdasarkan penuturan istri korban, ia saat itu tengah mencharger HP. Sang istri pun sempat melihat dan mendengar apa yang sedang dibicarakan antara terduga pelaku dengan suaminya semacam adanya negosiasi.

“Tetapi entah kenapa si terduga pelaku langsung membacok dengan sebilah pisau daging. Spontanitas saya (istri korban) berteriak, kemudian si pelaku bukannya merasa takut, bahkan lebih membabi buta sampai membacok saya (istri Ujang) yang mengakibatkan luka yang cukup parah di area wajah,” terangnya.

Lebih lanjut Iyan menuturkan, ada salah seorang warga lain yang kebetulan mendengar teriakan, hingga akhirnya menghampiri dan sempat merangkul korban dengan berbicara untuk meminta tolong. Tetapi si terduga pelaku datang menghampiri dan mengancam akan menyerang warga lain tersebut.

“Untungnya warga tersebut lari dan berteriak-teriak dengan menyebut begal,” jelasnya.

Akan tetapi selang dari itu, Erik yang merupakan tetangga korban berusaha menolong Ujang malah terkena sabetan di bagian tangan kirinya hingga hampir putus. Dasep pun langsung melarikan diri karena warga lainnya datang berkerumun dengan mengendarai motor matic Honda Scoopy warna putih.

Setelah kejadian tersebut, Ketua RT meminta pertolongan kepada Babinsa setempat yang sekaligus dibantu warga untuk segera menyisir serta mengejar terduga pelaku itu.

“Hanya memang belum sempat ketemu, jadi kami mencoba melaporkan juga ke pihak berwajib. Kami pun mengimbau kepada masyarakat serta mencoba menenangkannya, agar bisa sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah desa. Serta jika ada kejadian dimohon segera bisa melaporkan dan berkoordinasi dengan pihak desa maupun petugas keamanan,” pungkasnya.

Kapolsek Pacet, Kompol Suhartono mengatakan, berdasarkan informasi yang dihimpun anggotanya dari korban, Ujang sempat menagih hutang pembelian sebuah motor sport jenis Ninja kepada Dasep.

Berdasarkan kesepakatan pembayaran yang tertulis di kwintansi yakni sebesar Rp42 juta dengan jaminan sebuah rumah milik Dasep selama enam bulan.

“Kemudian pelaku (Dasep) datang ke rumah korban (Ujang) sekitar pukul 19:00 WIB. Bahkan keduanya sempat berbincang bincang dulu,” tuturnya.

Namun entah kenapa, lanjut kapolsek, sekitar pukul 21:00 WIB sempat terjadi perselisihan antara pelaku dan korban hingga berujung pembacokan. “Istri korban dan tetangganya pun yang sempat mau melerai menjadi korban pembacokan oleh pelaku,” terangnya.

Kapolsek menambahkan, akibat dari kejadian ini, Ujang mengalami robek di bagian pipi kanan, pundak serta bagian perutnya. Sementara istri dan Erik mengalami luka di pipi kanan dan tangan kirinya yang nyaris putus.

“Ada 11 anggota Polisi yang disebar untuk mencari keberadaan pelaku dan saya berharap agar pelaku menyerahkan diri karena dikhawatirkan akan terjadi aksi masa,” tandasnya.

(RC/dan/pojokjabar/izo/rs)

Tags

Tinggalkan Balasan