SUKABUMI

Yon Armed 13 Kirim Pasukan ke Papua

SUKABUMI – Sebanyak 325 anggota Yon Armed 13 Naggala diberangkatkan untuk melakukan PAM aksi unjuk rasa di Papua. Ini, merupakan salah satu upaya preventif TNI untuk meminimalisir buntut dari aksi unjuk rasa masyarakat dan mahasiswa yang menyebabkan sejumlah fasilitas publik di Papua dirusak. Seperti Gedung DPRD hingga bangunan eks kantor Gubernur Papua.

“Ada sekitar 325 anggota Yon Armed 13 Naggala yang diterjunkan ke Papua. Ini untuk mengamankan aksi unjuk rasa,” jelas Pasi I Intel Yon Armed 13 Nanggala, Lettu Arm, Dedi F Ginting kepada Radar Sukabumi, kemarin (20/8).

Saat ini, aparat keamanan terdiri dari TNI, Polri serta pemerintah tengah fokus melakukan mitigasi agar kerusuhan unjuk rasa di Papua tersebut tidak meluas. “Untuk itu, ratusan anggota Yon Armed langsung diterjunkan ke sana (Papua), untuk melakukan pengamanan,” tandasnya.

Dalam melakukan pengamanan, sambung Ginting, TNI akan terus menjalin koordinasi dengan Polri untuk meredam massa agar tidak melakukan aksi anarkis hingga merugikan semua pihak. “Saya harap warga tetap kondusif dan tidah mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenaranya,” pinta Ginting.

Sementara itu, masyarakat Kota Sukabumi menampilkan tarian sajojo di Lapang Merdeka, Kecamatan Cikole. Tarian itu, sebagai bentuk solidaritas masyarakat Kota Sukabumi untuk warga Papua yang kini tengah berpolemik.

Tarian sajojo itu diikuti oleh Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi, Wakil Walikota Sukabumi, Andri Hamami, Sekda Kota Sukabumi, Dida Sembada dan Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro dan Forkominda lainnya berserta masyarakat yang berada di area Lapang Merdeka.

“Ini bentuk simpati dan empatai kita kepada sodara kita yang ada di Papua. Semangat kita jaga kesatuan, kedamaian dan NKRI sebagai peradaban dan kehidupan kita,” ujar Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi, kemarin.

Fahmi pun berpesan bagi warga Papua dan masyarakat Sukabumi mampu menjaga situasi yang damai dan saling menjaga satu sama lain. “Mari sama-sama hidup berkeluarga menjaga kedamaian. Insyaallah semua bersaudara,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Condro Purnomo mengaku terus melakukan monitor situasi dan perkembangan di Kota Sukabumi. Baik itu di dunia nyata dan maya. Bahkan, saat ini pihaknya melakukan partoli cyber akun-akun media sosial (medsos) yang berusaha memperkeruh suasana atau menghubungankan dengan kejadian di Papua.

“Saya berharap dengan patroli cyber ini, tidak berpengaruh dengan situasi yang ada di Kota Sukabumi,” katanya.

Adapun kegiatan tarian ini kata Susatyo, memberikan suport kepada sodara-sodara yang ada di Papua. Agar, berbagai permasalahan cepat selesai. “Dari Kota Sukabumi persatuan dan kesatuan bisa utuh terjaga,” katanya. (bal/den/t)

Tags

Tinggalkan Balasan