PERBANKAN

Hoaks Dijebol Syber Rp9 Triliun, Bank Mandiri Laporkan Media Online

JAKARTA – Bank Mandiri melaporkan FNN.co.id karena pemberitaan berudul ‘Dijebol Syber Rp9 Triliun, Bank Mandiri Segera Bangkrut?’. Mandiri merasa dirugikan atas hal itu.

Merasa tidak terima atas pemberitaan, Direktur PT Bank Mandiri (Persero) Tbk kemudian melaporkan kasus itu ke pihak yang berwajib.

Direktur itu diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh media online Forum News Network atau FNN.co.id.

Kerugiannya meliputi turunnya kepercayaan masyarakat. Sejauh ini baru, Senior Vice President Corporate Secretary Group Mandiri, Rohan Hafas.

Pemeriksaan Direktur itu hari ini, Rabu (21/8) karena penyidik butuh keterangan lain dari pihak Mandiri.

“Hari ini ada salah satu direktur Mandiri sebagai saksi pelapor kita periksa,” ucap Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Pol Iwan Kurniawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (21/8)

Iwan menambahkan, meski media online FNN.co.id terdaftar di Dewan Pers, polisi tetap berkewajiban menindaklanjuti laporan dari Bank Mandiri.

Pasalnya, setiap laporan harus diproses. Selain memeriksa pelapor, penyidik pun memeriksa barang bukti. Barang bukti yang diperiksa sejauh ini website FNN.co.id dan halaman-halaman postingan pertama kali di Facebook.

“Namanya orang melapor ya kita terima, kita tindak lanjuti saja. Kalau itu masuk wilayah pidana atau apa kan urusan nanti,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, PT Bank Mandiri Tbk sendiri telah membantah semua kabar yang menyatakan bahwa bank pelat merah tersebut mengalami serangan siber dan mengalami kebangkrutan hingga Rp9 triliun.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan bahwa isu terkait serangan siber dan akan mengalami kebangkrutan yang beredar di media sosial saat ini adalah kabar tidak benar alias menyesatkan.

“Pesan gelap di media sosial dan aplikasi percakapan WhatsApp yang menginformasikan bahwa Bank Mandiri mengalami kerugian, akan segera bangkrut dan akan diambil China adalah tidak benar,” kata Rohan dalam keterangannya, Kamis, (15/8)
(dhe/pojoksatu)

Tags

Tinggalkan Balasan