EKONOMI

Tidak Ada Meja dan Kursi di Kedai

Muhammad Najmi Mengenalkan Konsep Grab and Go

RADARSUKABUMI.com – Persaingan bisnis kuliner makin ketat. Itu seiring banyaknya bermunculan kafe dan restoran. Pemilik usaha harus mempunyai strategi khusus untuk menarik pengunjung. Salah satu yang baru ada lah kedai berkonsep Japanese grab and go.

___________

Muhammad Najmi, 25, menerapkannya di kedai miliknya, Gopi, di kawasan Pagerwojo. Sistemnya, pembeli datang, order, tunggu pesanan, lalu dibawa pulang. Pihak kafe hanya menyediakan tempat untuk menunggu. Tidak ada deretan meja dan kursi untuk nongkrong. Namun, konsumen tidak bakal bosan menunggu pesanan datang. Sebab, ada spot foto yang bisa digunakan.

”Konsepnya baru. Ciri khas kedai itu adalah grab and go serta desain kedai,” ujar Aji, sapaannya.
Desainnya simpel. Minimalis. Tidak banyak warna. Tempatnya tidak luas. Berukuran 3 x 3 meter di dalam serta 3 x 3 meter di luar. Aji menyebut, desain kebanyakan kafe dan restoran di Kota Delta berkonsep industrial dan tropical.

Industrial menggunakan banyak elemen besi. Misalnya, kafe dengan kontainer. Sementara itu, tropical lebih menyajikan suasana tropis seperti pantai. ”Karena belum ada desain yang menggunakan. Jadi terlihat beda,” tuturnya.

Selain mengenalkan konsep baru, Aji membuat program sosial di kedai. Beberapa waktu lalu, seluruh hasil penjualan didonasikan untuk Komunitas Save Street Child Sidoarjo. Dia juga tidak mematok harga. Pembeli bebas bayar berapa saja.

”Kami fasilitasi pelanggan agar ikut berbagi. Biasanya, kafe bagi gratis 1.000 cup. Kalau begitu, kan konsep mengajak orangnya belum dapat,’’ katanya.

 

(uzi/c6/dio)

Tags

Tinggalkan Balasan