KABUPATEN SUKABUMISUKABUMI

Sudah 60 Hektare Kawasan Geopark Terbakar

SUKABUMI – Peristiwa kebakaran di kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu, Kecamatan Ciemas terus terjadi. Kali ini, delapan hektar lebih lahan perkebunan di Kampung Pasir Bunut, RT 1/3, Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, hangus dilalap si jago merah. Meski tak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Informasi yang dihimpun Radar SUkabumi, selama musim kemarau saat ini, sudah tiga kali terjadi kebakaran hutan di kawasan Geapark Ciletuh Palabuhanratu, Kecamatan Ciemas. Total, sedikitnya sudah 60 hektare lahan diwilayah tersebut terbakar.

“Penyebab kebakaran masih diselidiki. Namun diduga kuat kebakaran disebabkan kelalaian manusia (human error, red). Terlebih, sebagian luas lahan yang terbakar ditumbuhi oleh semak belukar yang sudah mengering. Sehingga, ketika terjadi percikan api mudah terbakar,” beber Camat Ciemas, AG Sanjaya kepada Radar Sukabumi melalui telepon selulernyanya, senin (29/7).

Kawasan Geopark Ciletuh Terbakar, 50 Hektare Hangus

Berdasarkan laporan petugas dilapangan, api kali pertama diketahui oleh seorang warga setempat yang tengah berada di ladang. “Saat itu, sekitar pukul 10.30 WIB warga melihat api membakar semak-semak dan beberapa pohon kayu albasia,” ujarnya.

Setelah mendapatkan laporan, ia bersama petugas gabungan dari Polri, TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Ciemas langsung menuju lokasi untuk memadamkan api. “Api berhasil dipadamkan sekira pukul 15.40 WIB, setelah satu unit mobil pemadam kebakaran di terjunkan ke lokasi kejadian,” timpal Sanjaya.

Dalam kejadian tersebut, lahan seluas delapan hektare lebih milik warga setempat hangus terbakar. Yakni, 0,5 hektare lahan kebun jati, tiga hektare lahan kebun jeng-jeng dan ilalang seluas lima hektare.

“Meski api sudah berhasil dipadamkan, namun kami tetap waspada dan mengantisipasi kebakran ini. Karenakan, kondisi angin hingga saat ini masih kencang. Dikhawatirkan, dapat berpotensi terjadinya kebakaran kembali,” ucapnya.

Terpisah, Koordinator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengatakan, peristiwa kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Kecamatan Ciemas, sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebabnya.

“Beruntung lokasi kebakaran cukup jauh dengan pemukiman penduduk. Sehingga, tidak merembet ke pemukiman warga,” tandasnya.

Untuk mengantisipasi peristiwa serupa, pihaknya menghimbau kepada seluruh warga agar meningkatkan kewaspadaannya dimusim kemarau saat ini. “Saya harap, warga bila membakar sampah harus hati-hati dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Karena pada musim kemarau ini, tindakan itu akan berdampak pada terjadinya kebakaran,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri, angkat bicara soal banyaknya peristiwa kebakaran lahan yang terjadi di kawasan Unesco Global Geopark (UGG) Ciletuh Palabuhanratu.

“Peristiwa kebakaran lahan di kawasan objek wisata Geopark Ciletuh, harus segara diantisipasi. Ya, jangan sampai peritiwa ini terus berulang,” pinta Iyos belum lama ini.

Pihaknya menginstruksikan kepada seluruh camat dan kepala desa untuk menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dan para pengunjung agar senantiasa menjaga lingkungan. Seperti jangan membuang puntung rokok sembarangan dan membakar sampah yang bisa berpotensi menyebabkan kebakaran hutan.

“Bila ada warga yang secara sengaja ditemukan membakar hutan, maka sudah jelas ia akan mendapatkan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegasnya.(den/t)

Tags

Tinggalkan Balasan