POLITIK

Penambahan Koalisi Hanya Bisa Satu Partai

JAKARTA, RADARSUKABUMI.com – Tiga partai mantan pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yakni Gerindra, PAN dan Demokrat menunjukan ketertarikannya bergabung ke koalisi Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengatakan tidak semua mantan partai pendukung Prabowo-Sandi bisa bergabung ke koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin.

Arsul mengatakan, hanya ada satu partai politik saja yang bisa diakomodasi untuk bergabung ke koalisi pendukung pemerintah.? “Kalaupun berandai-andai ada pertambahan anggota koalisi, itu tidak akan lebih dari satu partai,” ujar Arsul kepada wartawan, Sabtu (27/7).

Namun demikian Arsul menuturkan, urusan koalisi sepenuhnya ada di tangan Jokowi sebagai kepala negara. Jokowi menjadi tokoh utama yang akan menentukan kursi di kabinetnya mendatang. “Biar menjadi keputusannya Jokowi setelah berbicara dengan para ketum parpol,” katanya.

Anggota Komisi III DPR ini menambahkan, sampai saat ini para ketua umum partai politik pendukung koalisi belum melakukan pertemuan pembahasan koalisi. “Parpol, dalam hal ini ketum, harus mendengarkan apa yang menjadi pemikiran dan pandangan Pak Jokowi,” ungkapnya.

Sekadar informasi, Partai Gerindra, PAN dan Demokrat sudah menunjukan gelagat siap membantu pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin lima tahun ke depan. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo pernah menyatakan ketua umumnya, Prabowo Subianto, siap membantu pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin apabila dibutuhkan. Selanjutnya, Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan juga menegaskan partainya sudah siap mendukung pemerintahan lima tahun ke depan.

Partai Demokrat juga menunjukan kesiapan bergabung ke koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin mengatakan partai yang dikepalai oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini siap berkontribusi memberikan bantuan ke pemerintah apabila dibutuhkan.

(rmol)

Tags

Tinggalkan Balasan