KampusPENDIDIKAN

Tiga Mahasiswi UMMI Berinovasi Olah Turubuk Jadi Makanan Berkelas

Bantu Petani Lokal, Kandungan Gizi Bagus untuk Kesehatan

RADARSUKABUMI.com – Siapa yang tidak suka nugget? Makanan berbahan dasar ikan atau daging ayam giling itu disukai banyak kalangan terutama anak-anak. Namun bagaimana jika nugget yang biasa dikonsumsi ini terbuat dari turubuk seperti yang digagas mahasiswi Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI)? Berikut liputannya.

Widi Fitria, SUKABUMI

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) tidak hanya sekadar dilakukan untuk lebih mendekatkan mahasiswa dengan masyarakat, tetapi diwajibkan membantu masyarakat desa agar kehidupannya lebih baik lagi. Seperti dilakukan oleh mahasiswi UMMI yang mampu berinovasi melahirkan ide-ide kreatif selama menjalani KKM. Di mana salah satu mahasiswanya berhasil meningkatkan martabat petani turubuk Kabupaten Sukabumi.

Turubuk sendiri adalah sejenis sayuran khas yang banyak terdapat di Kabupaten Sukabumi seperti Palabuhanratu, Loji dan Tegalwaru. Tumbuhan seperti tebu itu biasanya dikonsumsi masyarakat sebagai sayuran atau lalapan dengan cara dicobek atau digoreng.

Turubuk memang jarang ditemukan di daerah lain, makanya tidak semua orang bisa mengenal turubuk.

Tidak sedikit petani turubuk di Kabupaten Sukabumi yang mengeluh lantaran produknya kurang diminati. Melihat kondisi itu, tiga mahasiswi UMMI mencoba membuka peluang usaha dari tanaman tersebut menjadi olahan makanan mewah, salah satunya menjadi turubuk nugget.

Adalah Eneng Nurlatifah Munggaran, Nina Regina dan Rizqia Fauziah yang mencoba berinovasi menjadikan turubuk menjadi produk nugget.

Berawal dari keikutsertaannya mengikuti Business Plan Competition antar Perguruan Tinggi (PT) yang diselenggarakan DPD II Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia (POPMASEPI) di Universitas Majalengka, Jawa Barat (Jabar) pada Juli 2019. Ketiganya menampilkan produk yang tidak biasa yaitu turubuk nugget.

“Awalnya karena ikut lomba itu, terus di dalam tema lombanya harus makanan yang inovatif dari makanan lokal yang memang belum ada di pasaran,” terang Eneng Nurlatifah Munggaran yang juga ketua tim di lomba kemarin saat diwawancara Radar Sukabumi.

Mereka pun sempet bingung, dari situ terpikir waktu KKM di Jampang Kabupaten Sukabumi banyak tanaman turubuk. “Kenapa enggak coba dibikin nugget aja dan setelah beberapa kali bikin percobaan Alhamdulillah berhasil,” ulasnya.

Turubuk nugget mendapat sanjungan dari para juri, mereka tertarik karena makanan turubuk yang unik dan merupakan tumbuhan lokal khas Sukabumi. Para juri memilihnya menjadi juara I tingkat nasional.

Berhasil menjadi juara, tidak menjadikan produknya dibuang begitu saja. Melihat potensi pasar yang cukup bagus, Eneng dan kedua temannya melanjutkan menjadi usaha sampingan. Kini bisnis yang baru dilakoninya selama satu bulan tersebut banyak dipesan konsumen, bahkan pemesannya pun tidak hanya dari kampusnya saja tetapi sudah dipesan ke luar kota seperti Bandung.

“Kita jual per pcs itu Rp15 ribu, dan Alhamdulillah pesananya baru sekitaran wilayah Sukabumi dan Bandung,” ujar mahasiswa Agribisnis semester II itu.

Mereka pun aktif memasarkan produknya ke media sosial.

“Karena yang pesan udah mulai banyak ke depan sih ingin lebih disempurnain lagi seperti kemasan, ijin PIRT, dan label halal itu semua harus ada biar menjualnya juga enak,” terangnya.

Membuat turubuk nugget sendiri terbilang cukup mudah dan ekonomis. Selain itu, kandungan gizinya juga sangat bagus untuk kesehatan. Maka dari itu, turubuk nugget ini aman untuk dikonsumsi semua kalangan.

“Intinya sih kita selain menjadi ladang usaha juga ingin membantu meningkatkan kesejahteraan petani turubuk, yang asalnya bingung mau jual kemana karena enggak semua orang suka kalau udah dibikin nugget ginikan makanannya jadi lebih berkelas,”tutupnya.

 

(*)

Tags

Tinggalkan Balasan