CIANJURSUKABUMI

Ngotot Ingin Kuliah Berujung Petaka

CIANJUR – Bendera kuning terpajang di Gang Mulus Tornado Jalan Prof Moch Yamin RT2/RW9 Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur. Duka mendalam seakan dirasakan warga sekitar yang kehilangan sosok periang serta penuh sopan santun kepada siapapun. Ya, Amelia Nurul Supandi (22). Gadis cantik yang sudah menempuh pendidikan D3 di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan menjadi kebanggaan keluarga dan juga tetangganya, kini harus pergi selama-lamanya.

Meli sapaannya. Pada saat sebelum kejadian, tepanya pada Sabtu (20/7), ia meminta izin kepada kedua orang tuanya Imas Masriah (40) dan Endang Supandi (52) untuk pergi ke Bogor menemui teman lamanya sesama lulusan IPB selama kuliah pada pukul 14:30 WIB.

Mayat Perempuan Setengah Telanjang Terkapar di Cibeureum Sukabumi

Keberangkatan Meli tersebut tak hanya untuk temu kangen. Namun dirinya akan memberikan berkas yang belum lengkap untuk nantinya dititipkan ke temannya yang juga akan kuliah mengambil kelulusan S1 di universitas yang sama yakni Universitas Djuanda (Unida) Ciawi, Bogor.

Siang itu, tak ada firasat yang dirasakan Endang. Putri cantinya memasak makan siang berupa telur dadar dan sambal. Bahkan, dirinya sempat berbincang-bincang mengenai keputusan Amel untuk kembali menempuh pendidikan S1. “Sebelum berangkat, masih masak buat saya dan sambil ngobrol-ngobrol juga. Kan waktu itu ibunya sedang ke Cibeber,” ujar Endang Supandi.

Dirinya pun menyarankan Meli untuk melaksanakan salat ashar terlebih dahulu sebelum pergi. Tapi, Amel lebih memilih untuk salat di Masjid Akbar, jalan Abdullah Bin Nuh Cianjur tak jauh dari bundaran Tugu Lampu Gentur.
Amel pun kala itu sempat bertanya mengenai pekerjaannya di PT Pou Yuen Indonesia (PYI) jika meneruskan pendidikannya. Namun, anak pertama dari dua bersaudara ini sudah berniat meneruskan jenjang pendidikannya meski harus keluar dari pekerjaannya.

1 2 3 4Laman berikutnya
Tags

Tinggalkan Balasan