BULUTANGKIS

Tersisa Dua ganda Putra

JAKARTA RADARSUKABUMI.com — Asa badminton lovers untuk melihat setidaknya satu wakil Merah Putih di podium puncak Indonesia Open 2019 masih ada. Siapa lagi yang menjaga harapan itu kalau bukan dua ganda putra pujaan: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan M. Ahsan/Hendra Setiawan. Dan memang hanya dua pasangan itulah yang sukses menembus babak semifinal ajang BWF Tour berlevel super 1000 ini.

Bahkan, harapan untuk melihat mereka bentrok di final juga ada. Syaratnya, keduanya mengalahkan lawan masing-masing di semifinal hari ini. Marcus/Kevin bakal bersua ”teman lama”, pasangan Tiongkok Li Junhui/Liu Yuchen. Sedangkan Ahsan/Hendra bertemu ganda kejutan asal Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.

Yang sangat ditunggu-tunggu, tentu duel Minions—sebutan Marcus/Kevin—versus Li/Liu. Pasangan itu, saking jangkungnya, dijuluki Duo Menara atau Duo Tiang Listrik. Pertemuan Minions dengan mereka selalu seru. Tidak hanya ketat skornya. Tapi aksi mereka di lapangan juga banyak diwarnai drama.

Publik tentu masih ingat pertemuan mereka tahun lalu. Tepatnya di Asian Games 2018, final nomor beregu putra. Kevin dibuat kesal oleh teriakan-teriakan Li/Liu saat mencetak skor yang diarahkan kepadanya. Nah, ketika Minions menang, Kevin mendekatkan diri ke net, dan mengarahkan telinga ke mereka. Seolah ingin mendengar teriakan Li/Liu yang sebelumnya terus meggema.

Jika melihat rekor head-to-head, sebenarnya Minions sangat unggul atas Li/Liu. Dari 10 pertemuan, mereka menang delapan kali. Meskipun pada pertemuan terakhir, yakni di BWF World Tour Finals 2018, Marcus/Kevin kalah straight set.

Karena itu, menghadapi lawan bebuyutan itu hari ini, Kevin memilih hati-hati. ”Head-to-head itu nggak pengaruh menurut saya. Ketika di lapangan itu kami mulai dari nol,” jelas Kevin. ”Kami sudah sama-sama tahu (kelemahan dan kelebihan masing-masing). Selalu ketat kalau lawan mereka. Kami siap kasih yang terbaik,” lanjut pemain 23 tahun itu.

Marcus menambahkan banyak hal yang harus diantisipasi dari juara dunia 2018 itu. Secara postur, Li/Liu sangat tinggi. Li tingginya 195 cm, sedangkan Liu 2 cm lebih pendek. Bandingkan dengan Kevin yang hanya 170 cm dan Marcus yang 168 cm. Perbedaan tinggi itu akan membuat mereka kesulitan mengantisipasi bola-bola atas. Apalagi, serangan-serangan mereka sangat kencang.

Namun, pasangan kita memiliki kelebihan jauh lebih besar jika permainan berlangsung dalam pola drive-drive rendah dan kencang.

”Harus lebih cekatan mengambil celah,” ucap Marcus.

Sementara itu, ganda putra Tiongkok mengakui tidak akan mudah melawan Minions di Istora. Besarnya dukungan yang diberikan untuk tuan rumah bakal menjadi kendala terbesar mereka, selain kondisi lapangan yang berangin. Li/Liu dua kali bertanding melawan Marcus/Kevin di Istora, yaitu di Indonesia Masters 2018 dan Asian Games 2018. Dua-duanya diwarnai drama, dan dua-duanya kalah.

”Kami akan berusaha yang terbaik dan cari cara untuk melawan mereka di sini,” janji Li. Tahun ini, performa Minions memang tidak sekuat tahun lalu. Tapi, melihat kehabatan Minions saat menaklukkan kawan senegara mereka, Ou Xuan Yi/Zhang Nan 21-12, 21-16 tadi malam, Li/Liu menganggap Minions telah kembali ke form terbaiknya.

Di sisi lain, Hoki/Kobayashi adalah lawan yang sama sekali baru buat Ahsan/Hendra. Dari segi peringkat, sang calon lawan yang ada diranking 15 dunia memang kalah jauh dari The Daddies yang nangkring di posisi empat dunia. Namun, harus tetap diwaspadai. Sebab, tadi malam, pasangan Jepang itu membantai pasangan nomor tiga Indonesia, Fajar Alfian/M. Rian Ardianto dalam straight set 21-19, 21-12.(feb/na/shn/Jpg)

Tags

Tinggalkan Balasan