Hukum & Kriminal KotaSUKABUMI

Bela Sopir Bus Haji, Netizen Kota Sukabumi Gaungkan #savedriverbus

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Penetapan EZ (45), sopir bus rombongan calon jamaah haji asal Kota Sukabumi yang mengalami insiden di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi menuai kritikan. Masyarakat beranggapan tak seharusnya pihak Polres Sukabumi Kota menetapkan EZ sebagai tersangka.

Seperti yang dikemukakan oleh Ahmad (30), warga Lembursitu, Kota Sukabumi. Menurut dia, jika dilihat dari video detik-detik insiden bus yang menewaskan seorang bocah dan mengakibatkan 4 orang luka-luka saat memberangkatkan jamaah haji, semua bus pun tampak berjalan oleng.

“Pilar pagar Gedung Juang itu kan ambruk karena bus yang terkena bus yang dikendarai si sopir. Kita lihat videonya busnya kayak bergoyang gitu, nah semua bus juga bergoyang. Jadi rasanya kurang tepat kalau dibilang kelalaian dan kesalahan sopir bus sampai-sampai dijadikan tersangka,” kata Ahmad kepada Radarsukabumi.com, Kamis (18/7/2019).

Ahmad pun beranggapan bahwa ini murni kecelakaan yang bukan dikarenakan kesalahan sang sopir bus tersebut. “Jadi menurut saya si sopir gak salah sih. Apalagi katanya dia sudah berpengalaman, jadi gak mungkinlah dia lalai,” ujar Ahmad.

Sementara itu, netizen pun berpendapat yang sama dengan Ahmad. Hampir semua warga dunia maya mengasihani penetapan status tersangka terhadap EZ.

“Duh berakhir jadi tersangka dipenjara. Padahal awalnya niat cari nafkah dan ibadah nganter calhaj,” tulis akun Activa Nuralam Alamsyah.

“Duh nasib seorang sopir kena musibah aja kaya jadi maling. Yang sabar kang,” tulis Aulia Tasyani.

Bahkan ada juga komentar lucu netizen yang menyalahkan pilar Gedung Juang tersebut.

“Supir jangan terlalu dipojokan itu yang bikin pilar seperti itu tidak memakai besi behel di tengahnyakan kalau jatoh juga psti nyangkut dulu. Pasti eta arsitek na ti Prancis jadi kokoh pilar na,” tulis Hilmen Cassilas.

“Selidiki juga itu pilar gerbangnya, masa iya kesenggol itu langsung copot,” tulis JuliThe Pangolir.

Bahkan, beberapa netizen membuat tanda pagar yang menyatakan keberpihakannya kepada sopir bus. Tagar tersebut adalah #savedriverbus.

“Harusnya pak sopir tidak usah malu atau dibrogol tangan. Kalau dilihat videonya itu murni kecelakaan bukan kelalaian #savedriverbus,” tulis Khobir Maulana.

Diberitakan sebelumnya, terjadi insiden bus pengangkut rombongan calhaj asal Kota Sukabumi menyenggol pilar Gedung Juang 45. Pilar tersebut roboh dan menghantam beberapa warga pengantar pada Selasa (16/7/2019).

Atas kejadian tersebut, seorang bocah 12 tahun tewas dan beberapa warga lainnya luka-luka. Korban mendapat penanganan medis di RSUD R Syamsuddin Bunut.

(izo/rs)

Tags

Tinggalkan Balasan