BANDUNG

BPS Klaim 3,39 Juta Penduduk Jabar Miskin, Kok Gak Ada Sukabumi Ya?

RADARSUKABUMI.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat merilis data tingkat kemiskinan yang ada di provinsi ini. Hasilnya, di Jawa Barat masih ada 3,39 juta penduduk miskin yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.

Kepala BPS Jawa Barat Dody Herlando mengatakan, berdasarkan data Maret 2019 jumlah penduduk miskin dengan pengeluaran per kapita per bulan di bahwa garis kemiskinan mengalami penurunan. Di mana pada September 2018 penduduk miskin sekitar mencapai 3,53 juta jiwa. Artinya ada penurunan sekitar 140 ribu penduduk miskin menjadi tidak miskin,” ujar Dody.

Secara umum, para periode 2014 hingga Maret 2019 tingkat kemiskinan di Jawa Barat menunjukan tren penurunan baik dari sisi jumlah maupun persentasenya. Pada Maret 2014 jumlah masyarakat yang masuk dalam kategori miskin mencapai 4 juta atau 9,44 persen dari total penduduk.

Persentase tingkat kemiskinan ini sebenarnya sempat naik pada September 2015 pada angka 9,57 persen. atau sekitar 4,485 juta. Namun, angka ini kemudian turun kembali dan sekarang menyisakan 3,4 juta.

Berdasarkan daerah tempat tinggal, para periode September 2018-Maret 2019 jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan maupun pedesaan turun masing-masing sebesar 67 ribu jiwa dan 72,6 ribu jiwa. Persentase kemiskinan di perkotaan turun dari 6,33 persen menjadi 6,03 persen. Sedangkan di perkotaan turun dari 10,07 persen menjadi 9,79 persen.

Menurut Dody, kemiskinan paling banyak di Jawa Barat ada di kabupaten/kota daerah selatan, seperi Kota dan Kabupaten Tasikmalaya dan Garut. Selain itu Indramayu dan Kuningan juga memberikan presentase besar dalam jumlah penduduk miskin di Jawa Barat.

Namun, untuk data detail BPS Jawa Barat belum memilikinya. Sebab data yang dihimpun oleh BPS pusat baru secara nasional dan provinsi, belum sampai ke tingkat Kabupaten/Kota.

”Ini kita berdasarkan data per 2018. Kalau data detail yang Maret sekarang baru bisa keluar nanti November,” ujarnya.

Meski demikian, Dody menyebut kemiskinan memang lebih banyak di daerah kabupaten yang kebanyakan adalah petani. Di sana pendapatan mereka tidak tetap dan masih banyak di bawah pendapatan per kapita sehingga lebih condong masuk kategori miskin.

Dari data tahun lalu, Kabupaten Bogor sebenarnya masih mendominasi jumlah angka pengangguran dengan 415 ribu jiwa. Di susul Kabupaten Bandung dengan 246 ribu jiwa, Kabupaten Cianjur 221 ribu jiwa, dan Kabupaten Cirebon 232 ribu.

Menurut Dody, untuk memperbaiki ketimpangan antara pedesaan dan perkotaan saat ini memang belum bisa teratasi. Musababnya, pemerintah belum bisa melakukan pembangunan merata di seluruh daerah.

Untuk membuat ketimpangan ini bisa teratasi, Pemprov Jabar harus bisa melakukan pengembangan akses perekonomian khususnya di daerah Selatan.

”Jangan sekarang ada Patimban, Bandara Kertajati yang semua di sekitar utara Jawa Barat. Yang saya dengar memang kalau di selatan ini lebih ke pengembangan pariwisata,” ujarnya.

(RC/idn/pojokjabar/izo/rs)

Tags

Tinggalkan Balasan