KOTA SUKABUMISUKABUMI

Innalillahi, Pengantar Jemaah Haji Satu Orang Meninggal, Empat Luka-luka

SUKABUMI — Pemerintah Kota Sukabumi menyatakan keprihatinan dan turut berduka cita atas musibah yang terjadi pada saat pelepasan calon jamaah haji di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, selasa (16/7).

Dalam musibah itu terjadi kecelakaan yang mengakibatkan sebanyak empat orang pengantar calon jamaah haji terluka dan satu orang meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan tembok dan pagar yang ditabrak bus rombongan haji.

“Kami prihatin dan berduka cita atas kejadian yang tadi (kemarin ,red)menimpa pengantar calon jamaah haji,” ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi saat memantau penanganan medis terhadap para korban kecelakaan di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi.

Fahmi meminta, petugas dokter dan tim medis untuk bekerja maksimal menangani para korban. Selain itu, pihaknya akan menanggung semua biaya perawatan medis para korban.

“Semua korban sudah ditangani secara maksimal oleh tim medis,” akunya. “Untuk biaya perwatan di rumah sakit Pemkot akan menanggungnya,” sambung dia.

Fahmi pun menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban baik yang meninggal dunia maupun yang kini masih dalam perawatan medis. Pemkot menyerahkan sepenuhnya penyelidikan terhadap kejadian tersebut kepada aparat kepolisian.

Menurut Fahmi, acara pelepasan calon jemaah haji telah dipersiapkan seoptimal mungkin antara Pemda bersama Kementerian Agama dengan melibatkan institusi lainnya. Selain itu pelepasan calon jamaah haji melibatkan pengamanan dari aparat kepolisian dan lainnya.

Namun kemudian terjadi musibah yang tidak dikehendaki bersama yang menyebabkan jatuhnya korban.
Sementara itu,

Ketua Tim Penanganan Informasi dan Keluhan RSUD Syamsudin SH Kota Sukabumi, Wahyu Handriana¬†mengatakan, korban yang mengalami luka-luka sudah mendapatkan penanganan medis. ” Kondisi korban mengalami luka pada tangan dan sebagian pada kaki,” terang Wahyu.

Saat ini lanjutnya, kondisi korban luka luka dalam keadaan sadar dan belum ada yang akan dirujuk ke rumah sakit lain. Sebabnya mereka masih bisa ditangani di RSUD R Syamsudin.

Di sisi lain korban yang meninggal dunia berusia 12 tahun mengalami luka pada bagian kepala. Petugas medis sudah berupaya memberikan pertolongan maksimal namun akhirnya meninggal dunia.

Ditempat terpisah, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo mengatakan telah mengamankan supir bus berinisial ER. Saat ini pihaknya sedang melakukan penyidikan lebih lanjut. ” Kita amankan dan mintai keterangan termasuk, busnya juga kita amankan,” ujarnya.

Pihaknya akan mendalami kejadian ini apakah emang ada unsur kelalaian. Tapi menurut keterangan saksi-saksi memang kuat dugaan ada kelalaian dari pihak sopir yang mengendari bus tersebut.

Dari pantauan Radar Sukabumi saat dilapangan, kejadian tersebut bermula saat para jemaah haji berangkat meninggalkan halaman Gedung Juang 45. Rombongan bus ke tujuh yang merupakan rombongan terakhir saat keluar dari pintu gerbang Gedung Juang menyenggol pagar sampai sebagai tembok runtuh.

Sedangkan korban meninggal dunia itu terjepit oleh pagar yang terserempet bus rombongan haji tersebut. Sontak seluruh masyarakat yang berada di wilayah tersebut ramai melihat kejadian tersebut.

Parahnya lagi ternyata bukan satu orang yang terkena serempetan Bus jamaah Calon Haji tersebut. Jumlahnya mencapai 5 orang, mereka semua dilarikan ke Rumah Sakit Syamsudin SH. Kondisi laju kendaraan bus jamaah haji yang kencang tanpa melihat situasi sekitar yang penuh dengan tontonan masyarakat sehingga terjadi peristiwa tersebut.

Sementara itu, 4 korban lainnya bernama Rika (24), Azka (3), Yeni (40) dan Dedeh (41) merupakan satu keluarga yang berasal dari Desa Undrus Binangun Kecamatan Kadudampit Kota Sukabumi sedang menjalani perawatan medis di RSUD Syamsudin. (bal)

Tags

Tinggalkan Balasan