KABUPATEN SUKABUMISUKABUMI

Wilayah Selatan Sukabumi Rawan Kebakaran

SUKABUMI – Tiga kecamatan di wilayah Selatan Sukabumi teridentifikasi rawan terjadinya kebakaran. Semua kecamatan itu berada dalam kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu. Selain karena musim kemarau, juga faktor manusia yang tak bertanggung jawab menjadi penyebabnya.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, tiga kecamatan itu ialah Kecamatan Ciemas, Waluran dan Kecamatan Ciracap. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sukabumi mencatat, disepanjang tahun ini sedikitnya tiga insiden kebakaran terjadi akibat tangan jahil manusia yang tak bertanggung jawab.

“Secara keseluruhan, peristiwa kebakaran ini meningkat dari tahun sebelumnya. Yang paling sering terjadi itu ada di wilayah Selatan Sukabumi,” beber Sekretaris Dinas Damkar Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang kepada Radar Sukabumi, Jumat (12/7).

Eka menyebutkan, penyebab kebakaran yang terjadi di Selatan Sukabumi ini seperti diantaranya dengan membuang puntung rokok sembarangan. Mereka tidak memikirkan dampaknya bila puntung rokok mengenai rumput yang mengering.

“Ada juga warga yang sengaja membakar lahan perkebunan untuk pembukaan lahan. Mereka hanya memikirkan keuntungan sesaat, tanpa berpikir panjang dampak dari pembukaan lahan melalui pembakaran hutan tersebut. Seperti yang terjadi kebakaran di kawasan Geopark Citeluh, terdapat 2 hektare lahan yang terbakar,” bebernya.

Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada seluruh warga agar tidak membuang puntung rokok sembarangan dan membakar sampah yang berpotensi terjadinya kebakaran hutan. “Seluruh petugas Damkar sudah kami sigakan disetiap wilayah. Namun, yang menjadi kendala saat ini, khususnya di wilayah Sukabumi Selatan adalah kesulitan dalam mendapatkan kantung air untuk memadamkan api,” timpalnya.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat, Dadan Ramdan mengatakan, pihaknya merasa prihatin mengenai kesadaran warga Kabupaten Sukabumi dalam menjaga lingkungan. Terlebih lagi, dengan banyaknya ditemukan kasus kebakaran akibat ulah manusia.

“Kebakaran hutan adalah kejahatan terorganisasi, karena disebabkan oleh warga yang sengaja membakar dengan tujuan untuk membuka lahan perkebunan,” katanya.

Pembakaran hutan, ujar Dadan, merupakan salah satu cara yang paling murah untuk kegiatan pembukaan lahan. Namun hal ini dapat berdampak buruk terhadap lingkungan. “Selain itu, kepulan asap tebal juga dapat berdampak buruh terhadap kesehatan. Seperti infeksi saluran pernafasan akut,” ujarnya.

Untuk itu, ia berharap pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi melakukan pengawasan yang intensif di kawasan perhutanan. Sehingga peristiwa kebakaran yang disebabkan oleh kelalaian masyarakat dapat diminimalisir sedini mungkin.

“Kebakaran hutan yang terjadi setiap tahunnya menunjukkan bahwa pemerintah daerah gagal dalam memerankan fungsi melakukan pengawasan terhadap sumber daya alam. Namun lebih mirisnya hingga saat ini tidak terlihat upaya serius dari pemerintah dalam menanggulangi dan mengantisipasi kebakaran tersebut,” pungkasnya. (den/t)

Tags

Tinggalkan Balasan