EKONOMISUKABUMI

Masuk Sekolah, Penjual Alat Sekolah di Sukabumi Untung 80 Persen

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Memasuki tahun ajaran baru 2019/2020, para orang tua murid sibuk membeli perlengkapan sekolah untuk anak mereka. Terutama di minggu-minggu terakhir libur sekolah, sejumlah toko dan pedagang kaki lima yang menjual peralatan sekolah ramai diburu konsumen.

Seperti yang terjadi di Toko AA. Pantauan Radar Sukabumi, toko yang khusus menjual peralatan sekolah dan kantor yang ada di Jalan A Yani, Kota Sukabumi itu selalu ramai dikunjungi konsumen. Bahkan mereka harus rela antre panjang saat membayar di kasir.

Seperti yang dilontarkan salah satu konsumen, Dianti (36). Warga Jampang Sagaranten Kabupaten Sukabumi itu harus rela mengantre lama dan berdesak-desakan untuk sekadar membeli peralatan sekolah untuk tiga puteranya.

“Saya datang itu toko belum buka, pas buka ternyata udah banyak juga yang beli,” terangnya.

Selain mengajak anak-anaknya jalan-jalan, dirinya sengaja datang jauh-jauh ke kota lantaran jenis peralatan sekolah cukup lengkap.

“Ya sekalian ajak anak jalan-jalan kan mumpung masih libur, terus kalau di kota kan peralatannya lengkap sama banyak pilihan jadi anak senang,” ucapnya.

Tidak hanya Dianti, warga lain Puput (33) mengaku jika dirinya lebih memilih membeli peralatan sekolah untuk anaknya di akhir-akhir menjelang masuk sekolah. Agar lebih leluasa saat memilih barang, karena tak perlu berdesak-desakan dengan konsumen lainnya.

“Saya kira kalau mau akhir gini gak terlalu penuh, tetapi sama saja masih banyak yang beli,” ulasnya.

Di toko ini, Puput membeli sejumlah peralatan sekolah seperti buku tulis, pinsil dan juga tas sekolah untuk anaknya yang tahun ini akan masuk sekolah dasar.

Tidak hanya di Toko AA, penumpukan konsumen juga terlihat di sejulah lapak penjualan alat tulis musiman. Salah satunya dilapak Ujang.

Pria 40 tahun itu menjelaskan, jelang tahun ajaran baru menjadi momen manis untuk menjual perlengkapan sekolah.
Ia pun mengaku selama mejual peralatan sekolah, mendapat keuntungan hingga 80 persen.

“Sudah sekitar satu bulan jualan dan lumayan juga terutama ramainya usai pengumuman hasil PPDB, lapak kami mulai diburu konsumen,” imbuhnya.

Menurutnya barang yang paling laku dibeli warga adalah buku tulis, tempat pinsil dan isinya seperti pulpen, pinsil, penghapus dan penggaris.

“Kalau untuk tas, ada saja tetapi enggak terlalu banyak paling yang beli pas anak pertama masuk sekolah yang paling banyak sih kaya buku sama alat tulis,” tutupnya.

(wdy/rs)

Tags

Tinggalkan Balasan