KABUPATEN SUKABUMI

Pedagang Sapi Mulai Menjamur

CISAAT, RADARSUKABUMI.com- Menjelang Hari Raya Idul Adha, pedagang hewan kurban di Kabupaten Sukabumi mulai menjamur. Seperti di jalan jalur lingkar selatan, Kampung Cibolang, Desa Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat. Di sepanjang jalan ini, para pedagang sudah mulai membuka lapak dan menjajakan dagangannya sejak Senin (8/7) lalu.

Pantauan Radar Sukabumi, berbagai jenis sapi disediakan para pedagang di lokasi ini. Seperti sapi jenis Limosin, Simental, PO dan jenis sapi lainnya. “Kami sudah empat hari jualan di sini dan Alhamdulillah sudah empat ekor sapi berhasil terjual,” kata salah seorang pedagang, Suraji (50) kepada Radar Sukabumi, kemarin (11/7).

Soal harga, Suraji menyebut harganya bervariasi. Mulai Rp18,5 juta sampai Rp26 juta. Harga ini tergantung ukuran dan jenis sapi tersebut. Namun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, harga sapi saat ini mengalami kenaikan. Jika tahun ini jenis Sapi Limosin seharga Rp20 juta, sementara pada 2018 lalu hanya Rp19 juta. “Ya, memang tahun ini harganya naik karena biaya ongkos dan pakannya juga meningkat. Kami menyediakan jenis sapi, seperti jenis Limosin dengan harga Rp20 juta, PO Rp18 juta dan Simental Rp26 juta,” tandasnya.

Saat ini, di lapaknya tersedia sebanyak 43 ekor sapi yang didatangkan dari Jawa Timur, Madura dan Bali. Menurutnya, apabila dagangannya laku keras, maka tidak menutup kemungkinan akan menambah kembali barang dagangannya. “Kalau peminatnya banyak, tentunya kami akan kembali menambah jumlah sapinya karena memang stoknya masih banyak,” ucapnya.

Suraji menyebutkan, biasanya pembeli akan mulai membludak sekitar dua minggu sebelum Hari Raya Idul Adha. “Karena peminat di Sukabumi cukup banyak dan langganan saya pun banyak yang pesan dari jauh hari. Ini tahun kelima saya berjualan di sini, mudah-mudahan laris seperti tahun sebelumnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Paramedik Veteriner Disnak Kabupaten Sukabumi, Nandan Iskandar mengatakan, setiap tahun stok daging sapi selalu mencukupi kebutuhan masyarakat, khususnya untuk hewan kurban pada hari raya Idul Adha. “Stok sapi cukup aman, jumlah saat ini saja mencapai sebanyak 3.000 ekor seperti yang tersedia di PT Karyana Gita Utama (KGU) Cicurug. Sehingga kami memastikan stok sapi saat ini aman sampai Idul Adha mendatang,” kata Nandan saat disambangi Radar Sukabumi di ruang kerjanya.

Nandan mengaku tidak hanya memantau hewan kurban saja, namun juga melakukan pemeriksaan kesehatan hewan ternak disejumlah lapak musiman dengan menerjunkan 30 petugas dinas dan Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) wilayah. “Pemeriksaan hewan kurban akan dilakukan mulai dua minggu menjelang Hari Raya Idul Adha. Karena kalau dimulai saat ini ternak yang ada masih sedikit,” ujarnya.

Menurutnya, hewan yang sudah diperiksa oleh petugas akan dipasangi label sehat sehingga masyarakat dapat mengetahui mana yang sudah dilakukan pemeriksaan dan mana yang belum. “Bagi warga yang hendak membeli hewan untuk keperluan kurban, bisa lihat tanda tersebut, kalau berlabel sehat aman dikonsumsi,” imbuhnya.

Pemeriksaan ekstra pun akan diberikan pada hewan ternak yang dari luar kabupaten. Apalagi kebutuhan hewan kurban seperti sapi biasanya didatangkan dari luar daerah, seperti dari Jawa Tengah, Jawa Timur dan Lampung hewan. Karena 60 persen ditiga daerah tersebut dapat memenuhi kebutuhan. “Sementara klasifikasi hewan yang sehat ialah bisa terlihat dari membran mata merah muda, hidung tak terlalu banyak mengeluarkan cairan berlebihan, serta dari suhu badan tak terlalu panas,” pungkasnya. (bam/d)

Tinggalkan Balasan