POLITIK

Harusnya Demokrat Berterimakasih

JAKARTA, RADARSUKABUMI.com– Politisi partai Gerindra, Mulyadi, tak terima atas cuitan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di Twitter beberpa waktu lalu. Mulyadi menilai, cuitan Ferdinand tidak beretika dan menebar permusuhan dengan sesama partai pendukung pasangan Prabowo-Sandi Di Pilpres 2019 lalu.

Dengan bahasa kiasan dia menggambarkan Ferdinand sedang cari muka dihadapan koalisi pendukung petahana dan menebar isu spekulatif yang belum tentu benar.

“Seolah sedang menjadi peserta beauty contest di hadapan juri koalisi pemerintah, padahal panggung kontes nya belum jelas dan jurinya masih asik berunding dengan peserta kontes yang sudah resmi, untuk peserta kontes tambahan belum di buka atau bahkan mungkin tidak ada,” kata salah satu anggot Dewan Pembina Partai Gerinda tersebut kepada RMOLJabar (grup koran ini), Rabu (10/7).

Menurut Mulyadi, Partai Demokrat harusnya berterimakasih pada Prabowo dan Partai koalisi pendukung 02 yang telah memberi kesempatan bergabung. Seingga Demokrat masih bisa memelihara kesempatan untuk mengusung kadernya di Pilpres 2024. “Maka dengan kebaikan Pak Prabowo dan koalisi, akhirnya Partai Demokrat diterima bergabung, coba bayangkan kalau saat itu koalisi 02 tidak terima? Bagaimana nasibnya masa depan Partai Demokrat dan kadernya yang akan maju dalam Pilpres di periode berikutnya,” ungkapnya.

Mulyadi mengingatkan agar Ferdinand berpolitik secara etis dan berhenti mendiskreditkan Prabowo dan Gerindra. “Politik adalah memperjuangkan kepentingan tapi etika tetap harus menjadi dasar dalam perjuangan, setidaknya sebagai cerminan moral, jadi hentikan statement dan tudingan spekulasi kepada Gerindra dan Pak Prabowo,” tegasnya.

Sebagai kader Gerindra, Mulyadi, mengimbau Ferdinand untuk tetap saling menghormati dan berhenti membuat polemik yang kontraproduktif. Diketahui cuitan Ferdinand di Twitter menyebutkan adanya pihak meminta posisi-posisi strategis di kabinet Jokowi. Meski di tak menyebut secara spesifik pihak yang meminta posisi menteri itu. “Ternyata MEREKA MEMINTA KURSI MENTERI BIDANG PEREKONOMIAN, Men Keuangan, Men BUMN, Menko Ekonomi, Men Perindustrian, Men Perdagangan. Alasannya harga2 akan turun dan rakyat sejahtera. Selamat berjuang mendapatkannya mas!!,” demikian tulisan Ferdinand.

(son/rmol)

Tags

Tinggalkan Balasan