KOTA SUKABUMISUKABUMI

Giant di Ciaul Sukabumi Bakal Tutup Toko

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Gerai swalayan Giant yang berada di Jalan RA Kosasih, Ciaul, Kota Sukabumi memberikan kabar baik dan kabar buruk. Kabar baiknya, semua produk yang dijual di toko tersebut didiskon. Kabar buruknya, gerai Giant di Ciaul Sukabumi bakal segera tutup.

Iklan yang bertuliskan bahwa “SEMUA BARANG HARUS HABIS” dan “DISKON SEMUA HARGA” terpampang besar pada pintu masuk gerai Giant. Tulisan yang sama pun tampak di dalam toko yang terpajang di semua etalase barang yang dijual.

Iklan ini sama seperti yang ada pada 6 gerai Giant di Jabodetabek yang sebentar lagi akan tutup toko. Bedanya, di gerai Giant Ciaul tidak tampak informasi bahwa toko tersebut akan tutup.

Radarsukabumi.com pun mencoba mencari tahu, apakah benar gerai Giant di Ciaul Sukabumi akan segera tutup juga? “Iya, mau tutup,” kata salah seorang karyawan yang enggan menyebutkan identitasnya, Kamis (11/7/2019).

Namun, sebut saja namanya Adi. Dia mengatakan, toko tempat dia bekerja selama beberapa tahun itu akan mengikuti jejak 6 saudaranya di wilayah Jabodetabek.

“Makanya ada diskon untuk semua barang harus habis,” kata Adi singkat.

Ari (nama samaran), karyawan lainnnya pun menuturkan hal yang sama seperti Adi. Dia membenarkan bahwa salah satu anak perusahaan ritel PT Hero Supermarket Tbk itu akan close atau tutup toko tiga bulan lagi.

“Tiga bulan lagi (tutup toko). Berarti Juli, Agustus, September. Ya kira-kira akhir September lah tutupnya,” ujar Adi sembari melayani konsumen lainnya.

Adalah tidak mencapai target omzet penjualan, kata Adi, yang menyebabkan gerai Giant di Ciaul juga akan tutup. Menurut dia, terjadi kesalahan manajemen dalam upaya mencapai target tersebut.

“Awalnya target kami itu Rp 2,5 miliar per bulan. Pernah tercapai, pernah juga tidak. Lalu naikin lagi jadi Rp 3 miliar. Mungkin maksudnya biar memotivasi lagi, tapi kenyataannya tidak tercapai. Malah ini jadi tekanan bagi kami,” bebernya.

Hal lainnya yang menurut Ari menjadi biang tutup toko adalah kepemilikan. Dulunya, gerai ini milik Hero Supermarket namun dibeli oleh Giant. Ari mengatakan, banyak perbedaan yang signifikan ketika dikelola oleh Hero Supermarket dibandingkan dengan Giant.

“Beda, dulu waktu Hero pokoknya enak lah. Sekarang ya gini. Yang punya (Giant) kan orang bule di Malaysia,” ungkapnya.

“Selain itu, banyaknya minimarket retail itu juga mempengaruhi penjualan kami. Orang-orang lebih senang belanja di sana daripada di Giant,” tambahnya.

Ari pun mengaku belum tahu apa yang harus dilakukannya pasca tutup toko nanti. Sebelumnya, puluhan karyawan Giant di Ciaul sempat ditawarkan untuk mutasi ke Giant Bandung atau wilayah lainnya yang masih beroperasi.

“Sempat ada tawaran seperti itu. Tapi kami tanya, ada kompensasinya gak? Misalnya, dapat mess atau insentif kontrakan, tapi ternyata enggak ada. Jadi mending kami pensiun aja. Kan lumayan dapat uang penisun,” ujar Ari lirih.

Sepanjang pengamatan, air muka para karyawan Giant mirip seperti Adi dan Ari. Ada guratan kesedihan dan tampak tidak bersemangat. Mereka hanya tinggal menghitung hari sambil memastikan apakah semua barang telah terjual habis.

Sekadar informasi, diskon tersebut mulai dari 5, 10 hingga 30 persen. Sejumlah etalase pun mulai tampak kosong. Adapun barang yang paling diincar adalah makanan ringan, buah-buahan dan kebutuhan dapur.

(izo/rs)

Tags

Tinggalkan Balasan