Liputan KhususSUKABUMIWISATA

Geopark Ciletuh-Palabuhanratu Dibangun Aher, Diabaikan Emil

WISATA SUKABUMI – Pembangunan penataan kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu sepertinya ditinggalkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hal ini bisa terlihat dari besaran anggaran yang digelontorkan dari APBD Provinsi pada anggaran 2019 ini.

Dimana, tahun ini anggaran yang dikucurkan hanya Rp8 miliar. Padahal, semasa kepemimpinan Gubernur Jabar terdahulu yakni Ahmad Heryawan, sejak 2014 hingga 2018, sudah menggelontorkan anggaran sebesar Rp500 miliar.

“Ya, sejak pertama pembangunan sudah menghabiskan Rp500 miliar. Pada tahun ini, Pemprov hanya memberikan bantuan sebesar Rp8 miliar untuk pembangunan empi teater Tamanjaya di Kecamatan Ciemas,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Usman Jaelani kepada Radar Sukabumi.

“Sebenarnya, Pak Ridwan Kamil ini bukan tidak peduli dengan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. Hanya saja, anggaran untuk penataan dan pembangunan Geopark sangat kecil bila dibandingkan dengan bantuan saat Gubernur di jabat oleh Pak Aher. Mungkin, pembangunan itu bukan hanya dilakukan di Kabupaten Sukabumi saja, tetapi seluruh Jabar. Sehingga, banyak yang perlu disentuh pemerintah,” tandasnya.

Pembangunan untuk pengembangan Geopark Ciletuh ini, tidak dapat dilakukan hanya oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Sukabumi saja. Pasalnya, selain skalanya sudah internasional, juga berbenturan dengan keterbatasan anggaran yang ada. “Karena itu, dalam pembangunan untuk pengembangan Geopark ini butuh campur tangan Pemprov Jabar. Sebab, tidak akan hanya bisa dilakukan pemerintah daerah,” ujarnya.

Terpisah, Sekertaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sukabumi, Asep Rahmat Mulyana mengakui setalah ada pergantian Gubernur Jawa Barat, pembangunan di kawasan Geopark Cileteuh-Palabuhanratu menjadi minim. “Meksi begitu, pemerintah provinsi masih tetap peduli dengan keberadaan kawasan Geopark Ciletuh. Buktinya, pada 2019 ini Pemprov Jabar berencana akan membangun empi teater Tamanjaya di Kecamatan Ciemas,” katanya.

Ia menambahkan, mekipun wilayah Geopark Ciletuh-Palabuhanratu berada di wilayah Kabupaten Sukabumi, namun secara ide awal merupakan gagasan dari Pemprov Jabar saat Gubernur Jawa Barat di jabat oleh Aher.

“Saat kita melakukan rapat dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat, mereka saat ini selain akan mengembangkan kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, juga tengah fokus mengenbangkan objek wisata Pangandaran. Informasinya, kawasan Pangandaran ini akan dijadikan sebagai objek wisata yang menyerupai pantai di Hawai. Sehingga, anggaran untuk pengembangan wisata ini terbagi-bagi ke wilayah lainnya,” ulasnya.

Sementara itu, Pengamat Publik Sukabumi sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Sakti Alamsyah menilai, pengembangan pembangunan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu ini sangat penting dilakukan baik oleh Pemda Sukabumi maupun Pemprov Jabar.

“Jelas akan rugi besar ketika pengembangan pembangunan Geopark Ciletuh ini tidak dilanjutkan. Dimana, obyek wisata ini sudah tingkat internasional bahkan sudah berhasil menyandang status UGG. Tentunya untuk bisa diakui UNISCO tidak mudah dan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit jumlahnya. Karena itu, perlu adanya koordinasi antar Pemda Sukabumi dengan Pemprov Jabar untuk terus berupaya mengembangkannya,” sahutnya.

Karena itu, Pemda Sukabumi harus berupaya semaksimal mungkin untuk melanjutkan pengembangan dan pembangunan di Geopark Ciletuh-Pelabuhanratu. Karena, ini merupakan aset daerah jangka panjang. “Namun tentunya, untuk pengembangan itu butuh peran dari pemerintah provinsi karena ini sudah sekala Internasional,” pungkasnya. (bam/dan)

Tags

Tinggalkan Balasan