KABUPATEN SUKABUMI

MCK Setengah Miliar Tak Digunakan

KEBONPEDES, RADARSUKABUMI.com – Warga Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes sampai saat ini masih banyak yang Buang Air Besar (BAB) di sungai dan empang.

Padahal pemerintah daerah sudah membuatkannya dengan anggaran mencapai setengah miliar namun hanya digunakan selama satu minggu.

Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sukabumi, Yeni Sri Wahyuni mengatakan, berdasarkan hasil dari Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tim Penggarak PKK Kabupaten Sukabumi ke Desa Jambenenggang, ia menemukan sekitar 40 persen warga Desa Jambenenggang belum memiliki MCK yang memadai.

“Kalau untuk MCK, memang di desa itu sudah 90 persen memiliki MCK. Namun untuk pembuangan hajatnya, mereka tidak punya dan selama ini langsung ke sungai dan kolam ikan,” jelas Yeni kepada Radar Sukabumi, usai melakukan pembinaan kesatuan gerak PKK Kabupaten Sukabumi di Desa Jambenenggang, kemarin (19/6).

MCK yang tersedia di Desa Jambenenggang ini, sambung Yeni, sangat tidak laik digunakan karena tidak disertai dengan tempat pembuangan hajatnya.

Ini tentunya sangat berpotensi menyebarkan bibit penyakit. ”

Kami akan sampaikan ke Dinas Kesehatan untuk memberikan edukasi dan bantuan pembangunan MCK yang memadai,” imbuhnya.

Camat Kebonpedes, Ali Iskandar mengakatakan, saat ini mayoritas warga Kecamatan Kebonpedes memembuang hajat di MCK dan tempat tertutup lainnya. Namun memang, ada sebagian warga yang membuangnya ke kolam.

“Ya jelas sekali hal ini akan berdampak besar bagi kesehatan,” katanya.

Saat ini, pola kesadaran masyarakat untuk membuang air besar di sanitasi sangat minim.

Seperti di wilayah RW 2, Desa Kebonpedes, terdapat pembangunan MCK yang dibangun dengan anggaran sangat besar.

“Ternyata setelah kita tinjau, sejak tahun 2015 sampai tahun 2018, MCK itu hanya dipakai satu minggu oleh warga. Ini artinya bukan persoalan program atau perhatian pemerintah yang jelek, tapi kesadaran masyarakat yang masih rendah. Sehingga yang dilakukan oleh kita adalah menghancurkan sejumlah MCK yang kondisinya sudah tidak memungkinkan,” imbuhnya.

Untuk itu, ia pun menghimbau kepada seluruh warga agar menjaga dan meningkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungannya masing-masing.

“Kita terus menggencarkan edukasi bersama Puskesmas menganai kesadaran masyarakat agar membuang hajat di santitasi. Kita targetkan pada 2020 nanti, seluruh masyarakat di Kecamatan Kebonpedes buang air besar pada tempatnya,” pungkasnya.

(Den)

Tags

Tinggalkan Balasan