PENDIDIKANSUKABUMI

PPDB Online 2019, Tak Ada Titip Menitip

PENDIDIKAN SUKABUMI – Setiap Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), kasus titipan pelajar dari para pejabat baik eksukitif maupun legislatif seolah menjadi rahasia umum. Setiap tahun, kasus tersebut selalu saja terulang.

Sejauh ini, pihak DPRD Kota Sukabumi pun mengaku akan menuruti segala aturan yang sudah ditentukan oleh pemerintah terkait PPDB. Hal tersebut, tentunya berkaitan dengan informasi mengenai beredarnya titipan anggota DPRD setiap PPBD.

“Kalau memang sudah ada aturannya, kita (DPRD.red) akan turut kepada aturan. DPRD Juga harus mengikuti sesuai aturan yang ada,” ujar Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Kamal Suherman kepada Radar Sukabumi, kemarin (17/6).

Kamal pun menghimbau kepada anggota DPRD Kota Sukabumi, untuk mengikuti aturan yang ada. Lantaran, dengan aturan yang sudah dibuatkan itu, untuk mengatur agar menjadi lebih baik. “Dibuatkan aturan itu untuk kebaikan. Saya himbau sesuai aturan saja, supaya tidak disalahkan,” pintanya.

Namun diakui Kamal, Anggota DPRD Kota Sukabumi itu hanya ingin membantu masyarakat saja. Tidak ada maksud lainnya. “Kita hanya membantu saja. Tapi kalau memang ada diluar itu, itu yang disalahkan,” akunya.

Ditambahkan Kamal, mengenai sistem zonasi pada saat PPDB ini, sudah tepat dilakukan oleh pemerintah. Hal tersebut, berkaitan agar terjadi pemerataan sekolah disetiap wilayah. “Bagus lah sesuai dengan tempat. Selain tidak ‘pacoro kokod’, juga meringankan orang tua,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Sukabumi, Gundar Kolyubi mengaku sistem sonasi sebanyak 90 persen ini, untuk Kota Sukabumi itu tidak terlalu rawan. Artinya, ruang lingkup zonasi di wilayah Kota Sukabumi masih bisa tercover.

“Memang zonasi yang paling utama, hanya saja apapun aturan yang dibuat, kearifan lokal itu mungkin harus ada komunikasi dan koordinasi,” jelasnya.

Sementara itu kedepannya, sistem zonasi ini harus dibarengi dengan pemerataan pendidikan yang ada di wilayah. Artinya, kualitas pendidikan yang diwilayah itu harus bisa ditingkatkan.

“Kalau memang kualitasnya bagus, nanti akan berdampak kepada kepercayaan orang tua untuk menyekolahkan anaknya,” katanya.

Saat ini kan kualitas sekolah yang bagus itu karena didukung dengan sarana dan prasana sekolah. Mulai dari ruangan kelas, penunjang fasilitas dan SDM. “Hal itu yang menjadi PR bersama untuk membenahi agar pemerataan pendidikan ini bisa dirasakan sama oleh masyarakat,” pungkasnya. (bal)

Tags

Tinggalkan Balasan