Liputan KhususSUKABUMI

Cerita Perantau di Sukabumi Gagal Mudik karena Tiket Pesawat Mahal

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Ahmad Fauzan (30) hanya bisa gigit jari lantaran tidak bisa mudik ke kampung halamannya pada Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah tahun ini. Warga Lembursitu, Kota Sukabumi adalah satu dari sekian banyak perantau yang ada di Sukabumi.

Adalah mahalnya harga tiket pesawat yang membuat Fauzan gagal mudik pada lebaran tahun 2019 ini. Karyawan di salah satu perusahaan swasta itu berasal dari Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

“Apa daya, harga tiket lagi mahal banget jadi gagal mudik tahun ini. Tahun kemarin saya juga tidak mudik,” kata Fauzan kepada Radarsukabumi.com, Sabtu (1/6/2019).

Untuk tiket pesawat satu orang saja, kata Fauzan, paling murah Rp 1,6 juta untuk pesawat Lion Air non bagasi. Sebelum mengalami kenaikan, harga tiket pesawat rute Jakarta – Tarakan hanya Rp 600 ribu saja.

“Naiknya berkali-kali lipat. Sedangkan saya harus mudik sama istri dan anak. Artinya untuk pergi kesana saja butuh tiga tiket. Tinggal dihitung saja, berapa biaya perjalanan mudik yang harus saya keluarkan untuk pulang pergi,” ungkap Fauzan.

Fauzan sendiri sempat memikirkan transportasi mudik alternatif untuk bisa mudik ke Kalimantan, yakni via kapal laut. Tapi cara ini sepertinya mustahil dilakukan Fauzan karena akan memakan banyak waktu dan tenaga.

“Biasanya dulu saya lewat kapal Pelni dari Surabaya ke Kalimantan itu tiga hari empat malam. Lama banget. Jadi gak mungkin juga sementara jatah libur lebaran sedikit,” tutur Fauzan.

Fauzan pun pasrah dan sedih lantaran tidak jadi mudik ke kampung halamannya. Namun hal ini sudah dikabarkannya dengan orangtuanya di Kalimantan.

“Ya pasrah, sedih. Tapi orangtua memaklumi. Mau gimana lagi. Semoga ada rezeki lah bisa mudik nanti,” harapnya.

(izo/rs)

Tags

Tinggalkan Balasan