Bisnis

Jepang Paling Minat Tepung Kelor Indonesia

KUPANG – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sinun Petrus Manuk, mengatakan produk kelor yang dikelola badan usaha milik desa (BUMDes) di Desa Fukeu, Kabupaten Malaka, diminati pihak eksportir dari Jepang.

“Beberapa waktu lalu pihak Jepang sudah kirim tim ahli untuk teliti kondisi tanah, air, dan kelor di Kufeu, dan Jepang minta untuk produk kelor bisa dikirim ke sana,” katanya di Kupang.

Ia mengatakan, BUMDes di Desa Fukeu, telah berhasil mengelola tanaman kelor menjadi aneka produk seperti sabun, pelembab tubuh, maupun tepung kelor dengan dukungan fasilitas produksi seperti rumah pengering dan mesin penepung.

Untuk jenis produk kelor yang diminati Jepang, berupa tepung yang sudah dihasilkan dalam kemasan sesuai standar ekspor.

“Tepung kelor yang dihasilkan juga sehalus bedak karena itu diminati Jepang yang meminta untuk bisa diekspor ke sana,” katanya.

Sinun mengatakan, hanya saja kondisi kapasitas produksi tepung kelor ini masih terbatas sehingga belum mampu memenuhi permintaan luar negeri.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah pemerintah dan BUMDes di desa setempat untuk fokus memperkuat kapasitas produksi.

“Karena kalau permintaan ekspor harus bisa berkelanjutan, bukan hanya satu bulan dikirim lalu berhenti kemudian lanjut lagi, tapi seterusnya dalam jumlah banyak,” katanya.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengirim tim ke Desa Fukeu untuk melakukan upaya-upaya seperti perbaikan managemen maupun personalia dan peningkatan produksi.

(ant)

Tags

Tinggalkan Balasan