KOTA SUKABUMI

600 Personel Disiagakan

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com, – Polres Sukabumi memprediksi arus mudik akan mulai terjadi sejak H-7 Idul Fitri. Mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas, maka ratusan petugas gabungan dari Polri, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi akan disiagakan dibeberapa titik lokasi rawan kemacetan.

Berdasarkan pemetaan Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Sukabumi, terdapat empat titik rawan kemacetan arus mudik di sepanjang lintasan utama Bogor-Sukabumi.

Yakni Jalan Raya Simpang Tiga Cibadak-Palabuhanratu dan tiga titik lainnya berada di sekitar kawasan perbelanjaan pasar semi modern.

Seperti Pasar Cicurug, Parungkuda dan Pasar Cibadak. “Saat ini juga sebetulnya sudah mulai, namun kami prediksikan kenaikan volume kendaraan pemudik itu pada H-7.

Tapi kami sudah membuat strateginya supaya kemacetan tidak terlalu parah,” kata Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Galih Bayu Raditya kepada Radar Sukabumi melalui telepon selularnya, kemarin (26/5).

Dalam mengurai kemacetan di sepanjang ruas utama Sukabumi, Galih mengaku akan mengerahkan 600 personel.

“100 personel siaga di Jalur Utara Sukabumi. Petugas lainnya ditempatkan di seluruh titik rawan serta lintasan utama lainnya,” paparnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Lukman Sudrajat mengatakan, dalam menghadapi lonjakan jumlah kendaraan pada arus mudik, Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi menerjunkan 240 personel yang akan ditempatkan di beberapa titik rawan kemacetan, bencana dan titik rawan kecelakaan lalu lintas.

“Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas, kami juga sudah melakukan perbaikan puluhan penerangan di ruas jalur Sukabumi – Bogor,” katanya.

Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pada arus mudik nanti, maka pihaknya telah bekerjasama dengan petugas gabungan.

Seperti Polres Sukabumi, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan lainnya.

“Kita sudah melakukan rapat koordinasi untuk mempersiapkan rekayasa arus lalu lintas, bila terjadi kemacetan. Salah satunya dengan menutup persimpangan yang memotong arus lalu lintas serta mengupayakan jalur alternatif,” pungkasnya.

(Den/d)

Tinggalkan Balasan